Se-sederhana Mungkin ..

bertemu denganmu adalah takdir bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
bersahabat denganmu adalah hadiah istimewa bagiku

aku ingin menjadi sahabat yang sederhana buatmu
se-sederhana matahari di pagi hari yang menyinari bumi
se-sederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
se-sederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
se-sederhana hujan yang membasahi rerumputan

aku tidak ingin menjadi yang istimewa buatmu
seperti raja dengan segala dayang-dayangnya
seperti jendral dengan segala tentaranya
seperti presiden dengan segala jajarannya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita dipertemukan dengan cara-Nya
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita berpegangan tangan dan berlari untuk merasakan ke-Agungan-Nya
semudah kita saling memberikan kepercayaan dan menjaganya
Continue reading

Di Level Manakah Cintamu ??

Ya, cinta adalah sesuatu yang unik untuk dibicarakan. Bukan saja ia adalah tema yang begitu marak dibahas dalam keseharian, ia adalah sebuah ranah yang seringkali dipahami secara parsial. (Juz’iyyah)

Saya teringat ajaran bijak dari Almarhum Buya Hamka, sang ulama fenomenal penulis Tafsir Al Azhar. Bahwa cinta memberimu energi, alih-alih melemahkanmu.

Walaah,  saya jadi bingung ini. Yang saya tahu,  dulu masa-masa SMA, kalau teman-teman saya  lagi jatuh cinta, maka pikirannya melayang kemana-mana, tubuh terasa loyo, sehingga produktivitas malah menurun drastis. (nostalgia mode on…)

Lalu mengapa Buya Hamka malah mengatakan kalau cinta itu memberi energi begitu besar bagi kita? Seharusnya kalau punya energi segitu besar, maka bukannya loyo, justru kita bisa meningkatkan produktivitas berkali-kali lipat donk..

Lalu mengapa ada sepasang suami istri yang saling mencintai, lalu pada titik tertentu justru merasa kehilangan cinta dan memilih untuk bercerai? Padahal semestinya cinta memberi keduanya energi besar untuk mempertahankan rumah tangga, dengan berbagai romantika yang telah dibangun, apapun yang terjadi?

Nah, karena saya adalah NLPers, maka saya pun memulai perjalanan saya untuk mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas dengan menggunakan khasanah NLP  yang asyik ini.
Continue reading

Hidupkan Dakwah, Kuatkan Ukhuwah

Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir
oleh H Mas’oed Abidin

“HIDUPKAN KEMBALI UKHUWWAH ISLAMIYAH”

Sudah mulai agak janggal pula kedengarannya bila menyebut kaji ini. Kaji yang sudah begitu lama kita kunyah. Tetapi, yang masih sedikit sekali berjumpa pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kehidupan modern dengan alat-alat penghubungnya yang serba lengkap, automobil, kereta api, kapal terbang, telepon, pers, radio, televisi, semua itu ternyata gagal dalam menghubungkan jiwa dan jiwa, dalam ikatan persaudaraan yang ikhlas dan hakiki.

Rupanya soalnya bukan soal alat.
Soalnya terletak pada jiwa yang akan mempergunakan alat penghubung itu sendiri.

Continue reading

Ukhuwah ini kan berujung di SurgaNya

Jariku menari indah mengetik sebuah pesan singkat pada sahabatku lewat handphone.

“Assalammu’alaikum… gimana kabar iman antum hari ini akhi..?? semoga Alloh berikan yang terbaik buat antum dan keluarga. Gimana tilawahnya..?? lancar..??”

Kukirim pesan itu, kepada seorang sahabatku, sahabat yang melebihi persaudaraan sedarah. persahabatan yang diikat oleh sebuah motivasi, sebuah ikatan yang sangat kuat… aqidah.

Tak berapa lama HP-ku berbunyi. Sebuah pesan dari seberang, “Wa’alaikumsalam…. Alhamdulillah baik akhi. jazakalloh sapaan antum. dikondisi seperti ini ana butuh sapaan ikhwah seperti ini. Ana kangen antum….”.
Continue reading

Aku Rindu Zaman itu..

Aku rindu zaman ketika usrah adalah kemestian, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …

Aku rindu zaman ketika membina anak-anak usrah adalah kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …

Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …

Continue reading

Ini Adalah Tentang Kita..

Terkadang, begitu mudah seseorang menuntut hak mereka, namun sangat sedikit sekali, yang tahu tentang detail kewajiban yang harus dilakukan. Terkadang juga, begitu gampang bagi kita menyalahkan orang lain atas sebuah alfa yang mereka lakukan, atau justru malah yang telah kita lakukan. Pun begitu pula jika kesalahan hidup terpampang jelas dalam deretan kata- kata yang di utarakan untuk kita atas nama kritik. Seribu satu pemikiran kita kemukakan, berharap dengan itu kita tak jadi lagi seorang pesakitan yang begitu dipojokkan atas sebuah dosa yang bernama salah.

Kita pikir siapa kita ini? kita hanyalah manusia yang sepintar- pintarnya kita, kelemahan itu akan tetap ada. Kita hanyalah manusia yang sejeli- jelinya kita dalam mengatur sesuatu, celah keteledoran pastilah tetap ada. Dan begitulah memang dunia, tiada yang akan pernah sempurna. Dan jika bukan karena karunia Allah, manusia tidak akan menjadi tahu, walaupun banyak dari mereka yang mengaku dan merasa paling tahu. Manusia adalah serba tidak mampu, walaupun banyak dari mereka yang mengaku dan merasa paling mampu.

Continue reading

Tangisan Ukhuwah

Seperih rasa sakit.. Sungguh, jauh berbeda dari hari sebelumnya. Rasanya, air mata tak ingin berdiam diri, melepas diri, menangis. Dan aku tahu, saat itu, ada perih yang terasa menyayat hati. Dan aku paham, ukhuwah itu tidaklah sunyi dari uji.

“karena saat ikatan melemah, saat keakraban merapuh

Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan

Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai

Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita

Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil

Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja

Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping ,,, “

(Salim A Fillah )

Yah, benar..

Imanku sedang sakit, amalanku menurun dari semangat

Yah benar..

Akulah yang sebenarnya tersalah, akulah  yang pantasnya terdakwa.

Begitulah ukhuwah, atmosfer yang terkadang berganti. Menyengat, menyayat hati hingga sesekali menghalau air mata yang menandakan kesedihan.

Continue reading