Rindu yg Teramat Sangat Rindu


Dalam berbalut rindu, pikiranku melayang jauh.. terbang ringan menyelami memori-memori masa lalu yang kusadari teah banyak membentuk diriku,, diriku yang sekarang.. diriku yang sedang menapaki satu fase dalam hidup, diriku yang sedang menikmati sebuah perjuangan yang bentuknya sama sekali lain dari yang kulakukan bersama sahabat-sahabat seperjuanganku di kampus…

Terhenyak, iya, termangu juga iya,, kepalaku menerawang menerobos kegelapan malam, mencoba menggapai kekuatan yang ingin kugali dan kudapatkan lagi, kekuatan yang pernah membuatku menjadi seorang jundi, kekuatan yang pernah membakarku hingga di suatu malam aku berani berangkat jihad sendiri….

Oh ya Rabb, alangkah indah memori-memori itu, alangkah irinya diriku yang sekarang dengan diriku yang dahulu. Entah kekuatan apa yang dulu begitu menginternalisasi dalam jiwa dan kepalaku, dalam hati dan nafasku, namun kini,,, kurasakan kepayahan yang begitu mendalam, ketika kadang kaki ini tak lagi mampu berdiri lama di keheningan malam yang seharusnya kugunakan untuk bermunajat kepadaMu. Jika dahulu, semangat membara itu yang mengalir dalam nadiku sampai aku mampu bersusah payah menghafalkan satu per satu ayat Allah.. maka lihat aku sekarang yang terjerembab dalam aktifitas yang belum bisa membawau pada semangatku yang dahulu.

Ya.. aku tahu,, ini hanyalah sebuah bentuk penyesuaian diriku, dengan kondisi kekinian dan kedisinian,, inilah ladang amalku, ladang dan arena di mana aku keluar dari medan kata-kata menuju medan juang yang nyata.. inilah arena laga-ku, dimana seharusnya aku bisa mempertontonkan keindahan Islam sehingga tak ada satupun orang di sekitarku yang berani meninggalkan kewajibannya kepada Dzat yang sudah menciptakannya..

Ya.. aku tahu, aku hanya belum sepenuhnya bisa menyelami dan memahami peranku yang baru. Peran sebagai seorang abdi negara, seperti halnya Sahabat2 Rasulullah memperjuangkan kekhalifahan Islam dahulu. Aku hanya sedang mencari posisi di mana aku dapat berdiri kokoh, lalu mulai menapak dan melangkah,, tak hanya membawa diriku, namun juga orang2 di sekitarku, orang-orang yang kucintai..

Dengan berbekal memori-memori indah yang kudapatkan atas kehendak Allah Yang Maha Pemurah yang telah berbaik hati membiarkanku mengecap masa-masa indah itu dengan orang2 luar biasa yang dkirimkanNya untuk mendampingiku..aku berani melangkah.. ketika halangan datang, kuingat dahulu ada teman-teman seangkatanku di Mata yang menjalani dauroh bersamaku,, ketika godaan datang, kuingat adik-adikku yang penuh antusias melemparkan pertanyaan pertanyaan, dan ketika malas merayapi jiwaku, kuingat teteh2 dan kakang kakang yang menunjukan militansi dan ruhul istijabah mereka terhadap Allah kepadaku…… aaarggghhhh… aku rindu masa-masa itu,, sangat merindukannya

Teruntuk segenap sosok-sosok luar biasa yang menemani perjalanan dan perjuanganku, yang menorehkan berbagai kenangan indah di hati, jiwa, batinku,, aku ucapkan, terima kasih, jazakumullah khayr,  betapa aku merasakan keimanan yang mengalir dalam jiwaku ketika berukhuwah bersama kalian, maka yang kuyakini hingga saat ini adalah keimanan memang benar2 diturunkan sepaket bersama keimanan.. uhibbukumfillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s