DUDUK DIANTARA DUA SUJUD – Dalam Renungan Hati


Dalam salah satu rukun sholat, terdapat rukun duduk diantara dua sujud.
Rukun tersebut seringkali dianggap sebagai pelengkap dalam sholat, hal tersebut dipicu karena kurangnya pemahaman tentang rukun sholat itu sendiri.”

Apa-bila seseorang melakukan sesuatu hal dikarenakan rutinitas saja, maka akan sedikit sekali atau-pun terlebih lagi tidak ada faedah atau-pun manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut.
Akan tetapi tidak sama halnya dengan seseorang yang melakukan sesuatu itu dengan pemahaman nilai-nilai dari kegiatan yang dilakukannya, justru hal tersebut akan membawa banyak sekali manfaat.
Hal yang demikian itu pun berlaku dalam kegiatan sholat yang kita lakukan minimal 5 kali dalam satu hari..”

Dalam kesempatan ini, kita akan mencoba untuk menguraikan salah satu rukun dalam sholat, yaitu duduk diantara dua sujud :

“Sholat, sebagian diantaranya adalah serangkaian doa dan pujian yang kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala.
Duduk diantara dua sujud adalah termasuk salah satu rangkaian doa yang akan kita penjatkan dalam sholat.
Ada-pun bacaan duduk diantara dua sujud itu adalah :
“ Rabbighfirlii,
warhamnii,
wajburnii,
warfa’nii,
warzuqnii,
wahdinii,
wa’afinii,
wa’fuannii..”

Mari kita kaji satu persatu arti dari bacaan tersebut :

[♥] “Rabbighfirlii,
Ya Allah ampunilah aku,

Kita tidak pernah tahu seberapa besar dosa kita.
Jikalau orang yang sudah menyadari arti dosa dengan sungguh-sungguh, maka dosa sekecil apapun akan dianggapnya sebagai gunung besar yang berada diatas kepalanya dan akan jatuh kapanpun hingga maut menjemput.

[♥] “Warhamnii,
kasihani-lah aku ya Allah, rangkul aku ya Allah..

Manusia pada dasarnya hanyalah mahluk yang lemah dan tiada daya dan upaya atas segala sesuatu. Jika bukan karena Allah, kita bukanlah apa-apa.
Tunduk adalah jalan terbaik untuk meminta ampunan dari Allah yang Maha Mengampuni.

[♥] “Wajburnii,”
Cukupkan-lah aku ya Allah, tutupi aib hamba ya Allah, tutupi kesalahan-kesalahan hamba ya Allah..

Sudah umum bahwa manusia adalah mahluk yang tidak pernah merasa cukup atas nikmat-Nya.
Berdo’a-lah agar kita selalu merasa dicukupkan oleh Allah, sehingga kita terhindar dari bunga yang akan mekar dari harta, yaitu riya’ dan serakah.

[♥] “Warfa’nii,”
Angkat-lah derajat-ku ya Allah, dekatkan aku kepada-Mu ya Allah..

Sungguh tiada yang lebih diinginkan seorang muslim yang menghambakan dirinya kepada Allah agar ditinggikan derajatnya dimata Allah Subhanahu Wa Ta’aala.
Pandangan manusia hanya-lah sementara berlaku di dunia fana ini, tetapi derajat dimata Allah adalah kekal…

[♥] “Warzuqnii,”
Beri-lah aku rizki yang halal ya Allah..

Setiap manusia yang dilahirkan atas izin Allah tentunya akan dibekali suatu paket kehidupan (Qada) dimana didalamnya termasuk rizki dari Allah.
Akan tetapi apa-bila seseorang itu menginginkan suatu kelebihan rizki, maka berdo’a-lah hanya kepada Allah niscaya DIA akan mengabulkannya..
Dengan ikhtiar dan ridho Allah, maka Insya Allah semua itu akan dapat dicapai..

[♥] “Wahdinii,”
Beri-lah aku petunjuk ya Allah, jaga-lah Akidah-ku ya Allah..

Di setiap manusia melekat takdir baik dan buruk, sebagai manusia yang lemah hendaknya kita hanya meminta petunjuk kepada yang Maha memberi petunjuk, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’aala.
Orang yang diberi petunjuk akan lebih memandang sesuatu itu menggunakan mata hatinya, sebaliknya orang yang dijauhkan Allah dari petunjuknya hanya akan melihat dengan mata kepalanya sedangkan mata hatinya telah buta..

[♥] “Wa’afinii,”
Sehatkan hamba ya Allah.

Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang besar kepada seorang manusia, tetapi hal itu kadang-kala dianggap biasa bagi kebanyakan orang.
Tatkala Allah telah menarik nikmat itu dari mereka, niscaya mereka akan menangis terisak-isak untuk meminta nikmat kesehatan yang semasa dimilikinya tidak sempat disyukurinya.
Gunakan-lah kesehatan-mu di jalan Allah sebelum datang masa sakit-mu.!

[♥] “Wa’fuannii,”
Apa-bila hamba terlalu banyak meminta, beri-lah Ampunan kepada-ku ya Allah.

Disetiap perilaku kita tidak-lah terhindar dari kesalahan yang menimbulkan murka Allah, maka dari itu bersegera-lah untuk meminta Ampunan kepada-Nya.
Manusia pada umumnya hanya memikirkan kesalahan yang tampak kepada manusia lain, sedangkan ia selalu menganggap Allah akan mentolerir kesalahannya.
Bukankah Allah Maha Pengampun, tetapi akan-kah hal itu akan tetap berlaku jika kita tidak menyadari dan meminta ampunan kepada-Nya.?

« Memahami setiap perbuatan tentunya akan membuat kita sadar betul tentang apa yang kita perbuat.
Setiap do’a yang kita panjatkan akan lebih bermakna apa-bila kita mengerti betul tentang apa yang kita ucapkan.

Semoga Allah memberikan dan mengabulkan setiap do’a hamba yang berserah diri.

 

Saat tak ada seorangpun di sisi
Allah, tak kan pernah meninggalkanmu sendiri
Dia akan selalu ada di tiap ketika
Menatapmu dengan tatapan lembut penuh cinta
Setiap kala
Setiap pabila

Bersama Allah, selalu dan selamanya…..

By sahabatdarihati Posted in Islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s