Ciri – Ciri Laki – Laki Yang Shaleh Dan Wanita Yang Shalehah Menurut Sifat Dan Akhlaknya, serta Nikmat dan Karunia ALLAH Atas Diri-Diri Yang Saleh Lagi Salehah


Sesungguhnya seseorang hamba beroleh derajat yang shaleh lagi shalehah adalah karena katinggian ilmunya akan ajaran syar’i yang lurus lagi mengikuti segala apa-apa yang diperintahkan oleh ALLAH Tabaraka wa Ta’ala dan meninggalkan segala apa-apa yang dilarang-Nya serta mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan Adalah mereka itu beriman dan bertakwa kepada ALLAH Ta’ala serta tiada menyekutukan ALLAH dengan suatu juapun, serta beriman seperti yang dikabarkan dalam Rukun Iman Dan Rukun Islam.

ALLAH Subhana wa Ta’ala Berfirman :

dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. Al-Hajj : 031.

Dalam sebuah riwayat oleh Muaz bin Jabal ra., ia berkata:

Aku pernah membonceng Nabi saw, yang memisahkan antara aku dan beliau hanyalah bagian belakang pelana. Beliau bersabda: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau bersabda lagi: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau kembali memanggil: Hai Muaz bin Jabal. Aku pun menyahut: Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Beliau bersabda: Tahukah engkau, apa hak Allah atas para hamba? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Hak Allah atas para hamba, yaitu mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Setelah berjalan sesaat, beliau memanggil lagi: Hai Muaz bin Jabal Aku menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bertanya: Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah, bila mereka telah memenuhi hak Allah? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak akan menyiksa mereka

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 43

Dan adalah mereka memiliki cirri-ciri sebagai berikut :

MENURUT  AKHLAK

Akhlak adalah sesuatu yang adanya didalam diri seorang hamba menurut pola pikir serta cara berpikirnya, bagaimana akalnya dapat  berfadeh tat kala ia hendak mengambil keputusan, menghadapi masalah dan sebagainya hingga iapun menunjukkannya keluar dirinya kepada orang – orang disekitarnya.

  1.   Mencintai Sesama Muslim

ALLAH Subahan wa Ta’ala Berfirman :

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Al-Fath : 29

Dan Sabda Beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam :

Dari Abu hamzah , anas bin malik ra. menerangkan bahwa rasulullah saw bersabda, “tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR bukhari dan muslim)

 2. Berpegang Teguh Pada Kebaikan

Tiadalah baginya kemaksiatan dan dosa-dosa besar, melainkan hanya dosa-dosa kecil sedang tiap-tiap manusia tiadalah yang mampu untuk luput dari dosa kecil. Bahwasanya ia senantiasa berpegang teguh pada kebaikan dan senantiasa menjauhi maksiat yang hanya akan mendekatkan dirinya pada murka ALLAH.

  3. Suka Menasehati dan Dinasehati Pada Kebenaran

ALLAH Subahana wa Ta’ala Berfirman :

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Al-Ashr :

    4. Suka Instropeksi Diri

Mencari – cari aib lagi kesalahan orang lain amatlah mudah, sedang ia tiadalah perlu dan tidak pula berkenan mencari kesalahannya sendiri agar ia memperbaikinya, dan demikianlah yang tersirat adanya dikalangan manusia dari kebanyakan. Sedang pada diri orang saleh lagi salehah itu adalah sebaliknya, lebih menyukai mencari kesalahan sendiri kemudian memperbaikinya.

ALLAH Ta’ala Berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Al-Hujuraat : 012.

   5. Penyantun

Dan tidaklah ia merugikan orang lain dengan perkataan dan perbuatannya, melainkan jikalaulah orang lain dalam keadaan susah lagi pilu hatinya, melainkan dialah yang pertama memberi santunan dengan sedayamampunya baik dengan harta maupun hanya lisannya.

   6. Suka Bersedekah

Firman ALLAH Ta’ala :

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Al-Baqarah : 276.

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. Ali-Imraan:17

7.    Menjaga Lisan

Dari Mu’adz bin jabal, ra, IA berkata,

“Aku pernah berkata;wahai rasulullah beritahukan kepadaku amal yang dapat memasukan kedalam surga dan menjauhkan dari neraka

beliau menjawab”Engkau menanyakan sesuatu yang besar , namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Alloh Swt. Kamu menyembah Allah  dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, berpuasa ramadhan dan berhaji ke baitullah;

kemudian beliau bersabda ‘inginkah engkau kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan?

Puasa adalah perisai, shadaqah itu menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan shalatnya seseorang di tengah malam “kemudian beliau membaca surat As sajdah ayat 16, (tatajaafaa junuubuhum ‘ani almadaaji’i yad’uuna rabbahum khawfan wathama’an wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna) (Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada tuhannya dengan harap-harap cemas)

Kemudian beliau bersabda’inginkah kalian kuberitahukan pokok dari segala urusan dan puncak mahkotanya ?” Aku menjawab,”ingin, wahai rasulullah,; beliau bersabda, ;pokok dari segala urusan adalah  Islam , tiangnnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.

Lalu beliau bersabda; maukah kalian kuberitahu kunci dari semua itu ‘? Aku menjawab “mau , wahai rasulullah, maka beliau menunjukan lidahnya seraya bersabda, “kendalikan ini” Aku bertanya,” wahai nabiyullah apakah kami akan diminta pertanggunghawaban dengan apa yang kami katakan ? beliau bersabda,”Celakalah engkau hai Mu’adz, Bukankah yang menjerumuskan manusia kedalam api neraka dengan wajah tersungkur adalah akibat lidah mereka ?(HR Tirmidzi dan dia mengatakan ini adalah hadist hasan )

 8.    Suka Memaafkan

dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi ma`af. Asy-Syuura: 037.

 

MENURUT SIFAT

1.    Bersifat Malu

Abu mas’ud uqbah bin amr al-anshari al badri ra, berkata, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda; “sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari perkataan kenabian yang pertama ialah,” bila engkau tidak malu (Berbuat Dosa) maka berbuatlah sekehendak hatimu (HR Bukhari)

2.    Ikhlas

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. An-Nisaa’ : 146

3.    Selalu Bersyukur

Jika ia beroleh lebih senantiasalah ia bersyukur pada ALLAH, jika ia beroleh kurang maka iapun tetap bersyukur dan hanya memohon karunia ALLAH di hari yang lain.

Firman ALLAH Ta’ala :

Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Ali-Imran : 145

4. Sabar

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Al-Baqarah : 153

kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. Huud:11

5.    Bertawakkal

Artinya ialah berserah diri sepenuhnya kepada ALLAH lagi rela atas apa-apa yang dikehendaki ALLAH atas dirinya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada ALLAH lah mereka bertawakkal. Al-Anfal : 2

6.    Adil

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. An-Nahl: 90

7.    Shiddiq

Yaitu senantiasa berperilaku yang benar dalam kesehariannya, lagi senantiasa benar dalam perkataan dan perbuatannya, serta menjauhkan diri dari berkata dusta, tipu daya, serta perkataan dan perbuatan yang merugikan orang lain.

8.    Tafakkur Dan Bertaubat

Yaitu memikirkan lagi mengakui serta menyesali atas sekalian dosa dan kesalahan yang pernah ia perbuat hingga kemudian iapun segera bertaubat atas dosa-dosanya itu.

ALLAH Subahana wa Ta’ala Berfirman :

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Al-Baqarah : 17

9.    Mengendalikan Diri Dari Amarah

Ialah suatu sifat yang disukai syaithan atas diri-diri yang tiada mampu mengendalikan dirinya dari amarah, marah adalah suatu sifat yang amat keji bagi manusia.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa salah seorang sahabat Rasulullah sedang diuji keimanan dan kesabarannya, hingga hampirlah daripadanya seorang penguji yang tiada ia kenal. Pada awalnya iapun bersabar ketika si penguji itu menguji kesabarannya dengan mendebatinya, hingga kedua kali iapun bersabar. Namun kemudian hampirlah daripadanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, iapun bersuka ria menyambut kedatangan beliau dan berkata: “apakah gerangan akan kedatanganmu wahai Rasul ALLAH..?”, belumlah sampai Rasulullah menjawab lalu si penguji itupun kembali mendebatinya hingga marahlah ia sejadi-jadinya oleh karena tamu agung (Rasulullah) yang tengah berkunjung daripadanya. Melihat hal yang sedemikian itu rasulullahpun beranjak dari tempat beliau berdiri, hingga sahabat yang tengah di uji itu betapa terkejut karenanya lalu menghampiri Rasulullah dan berkata. “Mengapakah engkau beranjak ya Rasulullah, sedang engkau belum mengucapkan satu patah kata sekalipun?” Lalu Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya..aku melihat banyak malaikat menghampirimu ketika engkau menahan amarahmu. Namun ketika

Engkau meluapkan amarahmu..sungguh aku melihat malaikat-malaikat itupun beranjak pergi melainkan digantikan oleh syaithan yang mengerumunimu.

Dari Abu hurairah ra. menerangkan bahwa ada seseorang lelaki berkata kepada Nabi Saw, ” berilah aku nasihat ‘ beliau menjawab” jangan marah, maka diulanginya bertanya beberapa kali , kemudian nabi bersabda,”jangan marah “(HR Bukhari)

10. Tawadhu dan Tidak Takabbur

Tawadhu Ialah sifat yang kiranya menunjukkan keluasan akal dan kebaikan pandangannya, sedang Takabbur ialah sifat yang amat buruk yang menunjukkan sifat yang keji lagi berlebih-lebihan adanya atas tiap-tiap sesuatu barang kehendaknya.

ALLLAH Subhana wa Ta’ala Berfirman :

kepada Fir`aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong. Al-Mu’minun : 46

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Al-Baqarah : 34

11. Bijaksana

Ia adalah salah satu sifat yang hendaknya dimiliki oleh tiap-tiap pemimpin sebab ia tidak merugikan pihak manapun dalam mengambil keputusannya. Oleh karena tiap-tiap manusia adalah pemimpin, Seorang ayah adalah pemimpin bagi keluarganya ( Istri dan anak-anaknya), sedang seorang Ibu adalah pemimpin bagi anak-anaknya, seorang kakak adalah pemimpin bagi adik-adiknya, hingga kemudian menjadi pemimpin didaerah tinggalnya, pemimpin di kotanya,hingga pemimpin negaranya, sedang tiap-tiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggung jawabannya.

12. Jujur

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. Al-hajj:30

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Al-Anfal : 58

13. Rendah Hati

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Al-Furqaan : 63

14. Ta’at

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. An-Nuur : 52.

15. Zuhud

Yaitu lebih mengutamakan kehidupan akhirat yang kekal abadi daripada sekalian perkara dunianya yang sifatnya hanya sementara. Dan kehidupan dimuka bumi hanya ia jadikan sebagai tempat untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat, karena kehidupan didunia hanyalah suatu kenikmatan yang memperdaya dan kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang – orang yang taqwa.

Nikmat dan karunia ALLAH Kepada Orang-Orang Saleh dan Salehah

ALLAH Tabaraka wa Ta’ala Berfirman :

Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. An-Nisaa’ : 69

Dari Abu Hurairah ra.:
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: bahwa ALLAH berfirman: Aku sediakan untuk hamba-hamba- Ku yang saleh atau salehah sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga serta tidak terbesit dalam hati manusia. Bukti kebenaran itu terdapat dalam Alquran: (As Sajdah:17) Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 5050

Adalah lebih banyak ciri-ciri orang saleh lagi shalehah menurut Akhlak dan Sifat mereka, sedang perkabaran ini tiadalah.. melainkan sedikit sekali. Untuk itu marilah wahai akhi lagi ukhti sekaliannya, berikhtiar lagi berusaha untuk menjadi orang-orang yang sedemikian mulia ini, agar ALLAH memasukkan kita pada golongan hamba-hamba ALLAH yang shaleh lagi shalehah serta memasukkan kita kepada golongan orang-orang yang beruntung.

Firman ALLAH Ta’ala :

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Al-Baqarah:148

Artikel ini merupakan kajian saya sendiri (Penulis Blog) dan tidak disadur dari artikel manapun, untuk itu mohon maaf atas segala kekurangan dan ke khilafan.

Jika terdapat suatu perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampun sedang kepada kamu sekalian aku memohon maaf.

Jazzakumullahu khairaan katshiron…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s