Sabar n Ikhlas, That’s the Key


Berbicara tentang kehidupan, mungkin akan banyak yang berubah dari masa ke masa. Makin banyak asam garam masuk ke tubuh kita, semakin banyak pula seseorang banyak belajar tentang kehidupan, entah suka maupun duka. Tapi sebenarnya ada esensi yang ga berubah dari zaman ke zaman, yang membuat seseorang terus mampu untuk menengadah menghadapi hidup. Tak ingin banyak berkata, mungkin saya ga sepintar anda yang membaca tulisan ini, saya hanyalah seorang anak kecil yang berbicara tentang kehidupan yang sederhana. Tapi harapan dan semangat berbagi akan tetap ada dalam setiap goresan tinta yang terukir.

Hati seseorang seberapa bening, tak ada yang tahu. Hati seseorang seberapa tulus mencintai, tak ada yang tahu. Hati seseorang seberapa sabar menghadapi uji, pun tidak ada yang tahu. Hanya seseorang yang memiliki hati itu sendiri dan Zat yang Maha Mengetahui. Karena memang begitulah karakteristik amalan hati, ia tak bisa berkata, pun ketika berkata belum tentu kenyataanya demikian. Sedalam-dalam lautan pun masih ada lautan lain yang masih dalam. Sederita luar biasa yang kita rasakan ternyata ada yang lebih menderita. Dan justru ketika kita melihat orang yang menderita, ternyata ia sendiri tidak merasakan deritanya sebagai suatu penderitaan. Memang aneh dunia ini, semuanya serba semu, ga ada yang Trivial [Trivial bahasa Fisika artinya Jelas!].

Mari saling berpegang, biar tidak saling jatuh. Berpegang dengan apa yang telah kita lihat dalam kehidupan ini. Saling menceritakan apa yang kita lihat, saling menguatkan dan saling mendoakan. Semoga kita termasuk orang yang cerdas dalam bersahabat dengan kehidupan.

Tapi mungkin ujian kesabaran n keikhlasan saya waktu itu ga sederas akhir-akhir ini. Dan malam ini saya kepikiran nulis ini karena terlalui mengusik kepala, setiap masa usia ujiannya berbeda-beda, kita nganggepnya ujian bagi yang lain entheng tapi ternyata bagi orang itu.

Samudra itu bernama hati, hati yang bisa merasa saat kita sedih atau senang. Namanya samudra, ya harus luas. Nah itu dia, meluaskan hati dengan sabar n ikhlas, that’s the keys. Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji.

Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, ia telah siap memberi yang lebih baik.

Sabar, sabar, ikhlas dan ikhlas. Belajar ikhlas lebih susah daripada belajar kuantum. Belajar sabar pun butuh jam terbang tinggi. Seorang anak kecil dengan kulit terbakar matahari sambil membawa koran, seakan ia berkata mungkin kau lebih beruntung dari padaku teman, ya mungkin kau lebih beruntung karena kulitmu putih bersih, tanganmu tidak kotor seperti kami. Dan seorang bapak dengan kacamata minusnya pun berkata pada dirinya, mungkin aku tidak seberuntung si A yang bisa menyekolahkan anaknya hingga ke Yogya, dan mungkin kita-pun tak tersadar pernah berbisik andai saja ku punya lebih dari yang lain, punya keelokan fisik lebih, kepintaran otak lebih, teman-teman yang banyak, punya pendamping hidup yang cuantik n gantheng, punya penghasilan yang buanyak dsb. Ukuran normatif dunia, standard penentuan derajat martabat seseorang.

Sabar, sabar, ikhlas dan ikhlas. Kunci keindahan dalam hidup, dan kecantikan hati. Saya mengenalnya sebagai anak kecil, anak kecil yang belum tahu banyak tentang kehidupan. Hingga saya akhirnya harus mendelete asumsi saya tentang dia. Namanya de’ Ani. Seorang gadis kecil yang manis, periang, seorang aktivis rohis di SMP nya. Saya paling suka melihat mata seseorang, ada sesuatu yang luar biasa dimatanya. Tak ada hujan tak ada angin dan tak ada badai, sebuah kanker leher stadium 4B merangkulnya. Sudah bergelas-gelas muntahan darah yang ia muntahkan setiap hari, sudah sangat kurus badannya. Dokter sudah mematoknya ga bisa sembuh dan umurnya sudah tidak lama lagi, ia tak sama sekali sedih dengan hal ini, apalagi ibunya terus optimis, dan keoptimisannya itu membuat saya tidak kuat memakan makanan yang begitu banyak terhidang di meja makan kala itu. Terasa berat walau hanya dengan menelan ludah. De Ani.. andai kau tahu kau orang yang hebat, gadis kecil yang hebat dengan mata yang indah. Indah karena kesabaran dan keikhlasan. Semoga Alloh memberi kekuatan lebih pada-mu de’…

Selembut sutra kasih, kasih yang disulam dengan harapan dan doa setiap saat. Doa dalam tetes air mata pelabuh kapal impian dan cita-cita. Ketenangan adalah maharnya, kebahagian adalah lilinnya, dan pengertian adalah lambang cintanya. Bersemilah terus dihati duhai perindu cinta. Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam sehari. Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan. Semua proses yang baik, butuh kesabaran yang lebih. Kupu-kupu yang cabtik, harus rela digedong sebagai kepompong. Mutiara yang elok harus rela bersemedi lama untuk menghasilkan warna yang gemilang. Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Begitu pula perjuangan rosul menyebarkan cinta untuk umatnya, tidak hanya satu tahun. Cinta yang suci berbuah sabar dan ikhlas untuk semuanya, untuk sesuatu yang lebih baik.

Kadang Allah mendatangkan Petir, Menyembunyikan Matahari Dan kita menangis dan bertanya kemana hilangnya matahari, Rupanya kita tak tau akan diberi pelangi olehNya.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS 18:28)🙂

Jangan terus merasa rapuh, karena banyak yang membersamai langkah kita. Sabar n ikhlas mungkin susah untuk dikedepankan saat ini, tapi harus selalu dibangun sebagai fungsi logaritma dasar kehidupan. Kala bibir digigit, tangan menggenggam pasrah, bola mata menciut, air mata meleleh, menahan sakitnya derita dan ujian, kau tahu dan kau rasa kita saat ini kita berada dalam kondisi paling lemah, tapi sebentar lagi Ia akan berikan kenikmatan yang terhingga harganya. Biarkan kesakitan-kesakitan ini menjelma menguasai jiwa, semoga ia mengganti rasa sakit ini dengan kenikmatan dan keberkahan, ketika kita sudah sabar n ikhlas dengan sesuatu yang memang ditakdirkan untuk kita. Sabar n ikhlas its the keys. Semua nikmat yang ada di diri kita adalah amanah, bukan suatu hukuman atau pemuliaan. Dalam riuh batinmu, apapun itu sebahagia atau semenderita kau saat ini, selalu memohon untuk semua terasa nikmat untuk dijalani, biarkan kata-kata ini menjadi teman dalam hatimu.

“ Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amatlah sangat terbatas, sedang pengetahuan Alloh meliputi segalanya, Ia maha tahu apa yang terbaik bagi ku sedang aku tak tahu apa yang terbaik bagiku, keputusannya selalu yang terbaik, dan diriku pun harus husnudzon terhadap semua keputusannya. “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s