SEBUAH SURAT UNTUK YANG TERCINTA


Teruntuk : Yang terkasih Nabiku Tercinta
    Kutulis surat ini, di Senin pagi yang cerah saat mata hari masih mengintip. Mohon diterima dengan manis. Sebagai orang Indonesia, kami selalu mengatakan, bahwa kabar kami baik. Tidak peduli saat ini masih banyak yang  tidak puasa atau berpura-pura puasa. Tak peduli umat sedang banyak bermusuhan, saling bertengkar, tak peduli para pemimpinnya masih banyak yang cari muka dan korupsi dan tidak peduli pada banyaknya orang Indonesia yang pindah warganya karena tdak tahan akan kemiskinan di Indonesia. Selalu dan selalu kami nyatakan kabar kami baik.
 
   Kami tulis surat ini pada pagi yang cerah saat matahari mulai meninggi. Kami tahu ketimbang tuan membaca suat ini. Tuanku yang mulia Rasulullah tercinta lebih suka bercengkrama dengan para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan lainnya. Kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya maaf dan semaaf maafnya maaf. Banyak sekali petuah dan ajaranmu yang kami tidak kerjakan. Shalat kami masih bolong-bolong, di dalam masjid kami masih bercanda, masih ngobrol, habis terkadang kami ingin diam, teman kami disebelah selalu diganggu syetan dibibirnya. Jadinya,… ngobrolah kami. Kadang teman kami marah dan cemberut kalau kami cuek dengan ceritanya. Padahal kami tahu itu tidak boleh , dan bapak ibu guru sering menegur kami, tapi kadang kami anggap itu angin lalu.
    Nabiku Idolaku…..
Kata-kata itu sering keluar dari lisan kami, tapi kadang yang ada idola kami itu Ronaldinho, Rossy, Zidane, pele dan yang cantik-cantik itu idola kami. Kami mengaku engkau Nabi kami, tapi cinta kami masih sebatas perayaan maulid, setelah itu kami kembali tidak ingat engkau. Bahkan shalawat yang kami baca dan dengarpun kami tidak tahu.
    Rasulullah tercinta,..
Engkau begitu mencintai kami, diujung akhir hayatmu, masih kami yang terucap dari bibirmu “ummati,… ummati,… “
Maafkan kami, semaaf maafnya maaf, disetiap perjuanganmu, kami yang engkau bela, disetiap do’amu, kami yang engkau do’akan. Tapi kami ?,…
        Rasulullah tercinta, kami lanjutkan surat ini saat mathari mulai terang, menerangi bumi. Kami bertekad dan berjanji. Mulai saat ini, dihari setelah kemerdakaan negara kami, diramadhan tahun ini, kami perbaiki shalat kami, memperbaiki akhlak kami,.. kami eratkan persaudaraan kami. 
Kami berjanji !!,..
              Akhirnya kepada Allah yang menguasai ruang dan waktu, kami mohon kiranya kami diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Kiranya masih tersedia sumur pertobatan yang akan membersihkan diri dari kotoran sehingga kami masih berani berharap tuan sudi menjumpai kami ditepi telaga kausar. Amin Ya Rabbal ‘alamin
          Sekian nabiku, mohon maaf semaafnya maaf. Andai Dalam surat ini ada yang tidak berkenan. Kami masih mengharap sayangmu, cintamu tetap utuh kepada kami.
“Cintai kami Ya Rosul…. cinta kami pun tak akan lekang oleh waktu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s