Wasiat Asy Syahid Muhammad Fathi Farhat


Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada imam para mujahidin dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Allah SWT berfirman : “Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka diantara mereka ada yang gugur (syahid) dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya).” (Al Ahzab : 23).

Saudara-saudara yang aku cintai, sesungguhnya langkah pertama dalam jihad adalah komitmen dengan ajaran Al Qur’an dan manhaj yang telah ditetapkan oleh Al Musthafa Muhammad Rasulullah SAW. Langkah kedua dalam jihad jangan tidur malam kecuali anda melihat kondisi negeri dan rakyat. Setelah semua itu, mulai persiapan untuk hari pertemuan dengan nyalakan senjata, meriam dan rudal untuk menggapai syahadah atau kemenangan yang diturunkan oleh Rabb seluruh hamba.

Apakah antum memiliki cita-cita dan maju untuk memulai jalan, mempersiapkan diri untuk turut serta menyusul para ikhwan yang telah mencampakkan dunia dan menjualnya dengan sesuatu yang belum pernah mereka gapai harganya, menuju ridlo Allah, menuju Firdaus yang tinggi, menuju rengkuhan Nabi Muhammad SAW.

Saudara-saudaraku yang aku cintai, orang-orang telah mengklaim bahwa mereka takut api neraka tapi melakukan amal yang menjerumuskan ke jurangnya. Mereka mengklaim bahwa mereka mencintai surga tapi justru menjauhinya.

Sesungguhnya barangsiapa yang menjauh dari kitab Allah, maka dia akan merugi banyak dan banyak. Jangan melihat ke arah hal-hal yang melenakan lagi rendah, yang tidak memiliki harga disisi Allah Azza wa Jalla.

Antum semua dikepung fitnah dan cinta syahwat. Dan aku, syahwatku adalah surga, maka aku memilihnya. Telah kulakukan akad transaksi jual beli demi perdagangan yang menguntungkan , yaitu surga.

Saya mohon antum memaklumi atas keterlambatanku dalam melakukan pembalasan dari para pengkhianat. Kuingatkan antum, janganlah jauh dari kitab Allah Azza wa Jalla; berapa banyak orang melupakan Allah, maka Allah pun melupakan mereka. Dan aku insya Allah, disisi Rabbku disurganya bersama : Izzuddin Al Qassam, Abdullah Azzam, Imad Aqil, Yahya Ayyasy, Iwadh Sulami, Mahmud Abu Hanud, Hasan Abbas, Usamah Halis dan Bilal El Ghaul.

Saudara-saudaraku yang aku cintai, sesungguhnya hidup disisi Rabbul Izzah (Allah SWT) pastilah lebih utama dari segala hidup yang baik. Demi Allah, hidup selain disisi Allah pastilah sejelek-jelek kehidupan yang diagung-agungkan para thaghut (kaum ingkar) yang sombong dan congkak. Demi Allah ! itulah syahadah, tidak akan pernah berakhir; tidak akan berakhir dan tidak akan berjumpa kekasih dengan yang dikasihi kecuali pembelot atau syahid.

Wahai putra-putra front Islam….Antum putra-putra Islam yang akan tetap bersuara; meneriakkan semangat keberanian dalam menghadapi segala idiologi (mafahim) agar umat ini bangun dari tidurnya yang lelap. Antum yang akan menjadi peluru-peluru dan meriam yang akan membunuh, merobek, mencabik-cabik imperialis Israel dan begundal-begundalnya.

Saudara-saudaraku yang aku cintai, hidup dibawah naungan dakwah telah mengajariku bahwa hidup itu sementara yang akan disusul oleh kematian, diserang kefanaan. Berapa banyak orang yang hidup, mati tanpa memperoleh yang dia citakan, tidak bisa menggapai apa yang diharapkan, sekalipun telah mencurahkan seluruh jiwa dan raganya yang berharga dan yang rendah.

Dunia itu penuh tipu daya, upaya yang nampak bukanlah suatu jaminan; jika nampak manis maka itu adalah racun pahit yang mematikan. Jika nampak menggiurkan justru itu adalah sesuatu yang menakutkan, jika nampak mulia dan berharga maka itulah yang merugikan. Berapa banyak raja yang disanjung dengan simbol-simbol, untuk apa simbol-simbol…? Adapun akhirat adalah kehidupan orang mukmin yang lezat penuh kenikamatan yang abadi, tidak ada yang sia-sia.

Di surga tersedia apa saja yang diinginkan jiwa, menyenangkan mata, sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga serta belum pernah terlintas dalam hati manusia. Janganlah kau beli tujuan jangka pendek dengan jangka panjang, jangan kau beli kehidupan fana ini dengan keabadian.

Ikhwan dan akhwat yang aku cintai, jalan dakwah ilallah itu bukanlah pangkat dan kedudukan  yang dicari, tapi ia adalah jalan yang dipenuhi dengan makarih (hal-hal yang tidak menyenangkan), penuh dengan hentakan yang tiba-tiba, di dalamnya ada taklif (baban kewajiban) yang berat dan penderitaan yang luar biasa.

Saudara-saudaraku ikhwan dan akhwat yang aku cintai, shalat shubuh dalam jama’ah adalah indikator para kesatria, tempat berhimpunnya orang-orang mukhlis, tanda-tanda para mujahid, tak ada amalan sejenis yang menyamai kebaikan yang ada di dalamnya, cukuplah pelakunya berada dalam jaminan Allah Azza wa Jalla.

Ikhwan dan akhwat yang aku cintai, adapun qiyamul lail adalah madrasahnya generasi pilihan, inkubatornya para rijal, tanda-tanda para mujahid, isyarat orang-orang yang menang dan derap langkahnya orang-orang shalih.

Saya juga meminta kepada para penguasa, supaya jangan memburu para mujahid yang menggelisahkan ketenangan istirahat musuh, janganlah (mendekat) melindungi pemukiman-pemukiman Yahudi sampai para mujahid menebar butir-butir kepahitan pada mereka.

Wahai orang-orang yang dipilih Allah untuk merealisasikan kehendak-Nya lewat kalian, agar Allah mengembalikan kekuatan agama-Nya ke tangan-tangan kalian, lewat kalian Allah mengangkat panji-panji agama-Nya. Maka teguhkanlah perjuangan diatas jalan-Nya.

Saudara-saudaraku ikhwan dan akhwat yang aku cintai, aku wasiatkan kepada kalian bertaqwa dan takut pada Allah, kokohkan persatuan barisan (shaf) menghadapi musuh. Kepada semuanya aku meminta maaf atas semua kesalahanku dan semoga Allah mencurahkan rahmat pada kita, melimpahkan rizki syahdah di jalan-Nya.

Kepada ayah dan ibunda, semoga Allah SWT mengilhamkan kepadanya kesabaran dan keteguhan. Tiada sesuatu yang aku miliki kecuali ucapan selamat berpisah dengan kesyahidanku, insya Allah.

Akhirnya, aku berlindung kepada Allah dari ketergelinciran lidah dan lisan serta badai bencana dunia. Semoga Allah menerima ibadah kita ini, menjadikannya ikhlas demi mengharap ridho Yang Maha Mulia.

Jumaat, 1 Mac 2002.

Saudaramu Asy Syahid Al Hay

(seorang syahid yang tetap hidup)

Farhat Abdul Qassam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s