Stop Galau!


Fenomena galau sekarang ini semakin banyak melanda. Bahkan tak hanya kalangan ABG yang galau gara-gara diputus pacarnya, fenomena galau merangsek ke semua kalangan tak pandang bulu, dari anak-anak bau kencur hingga kakek nenek.

Setiap manusia yang hidup di planet bumi ini pasti punya masalah, namun hanya orang-orang yang cerdaslah yang mampu mengatasi masalah dengan tepat. Bukan malah lari dari masalah. Karena jika kita lulus dari suatu masalah, pasti ada hikmah dan melahirkan kedewasaan.
 
Sebagai ummat muslim, tak sepantasnya selalu mengeluh tanpa ada usaha untuk menyelesaikan suatu masalah apapun bentuknya. Apalagi mengadukan permasalahan tidak pada tempatnya. Bisa-bisa fatal akibatnya. Jangan juga memendam masalah begitu saja. Salah-salah malah jadi ‘bom waktu’ yang bisa meledak kapan saja. Maka takheran jika ada mau bunuh diri gara-gara “gak punya pulsa”?
Sungguh Islam datang sebagai solusi atas segala permasalahan, asalkan kita mau belajar dan bersungguh-sungguh mengkajinya dengan benar. Maka berbahagialah orang-orang yang senantiasa dekat dengan ilmu,orang berilmu, atau senantiasa mengkaji dalam halaqoh-halaqoh ilmu. Karena dengan ilmulah kita bisa menjadi lebih bijak.
Berikut ini Rasulullah mengajarkan kepada kita obat anti galau yang terangkum dalam kisah menarik : “Abu Sa’id al-Khudri r.a berkata,
“Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk masjid, tiba-tiba beliau berjumpa dengan seorang Anshar bernama Abu Umamah.
Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Umamah, mengapa kamu duduk-dduk di Masjid di luar waktu sholat?”,
Abu Umamah menjawab,” karena kegalauan yang melanda hatiku dan hutang-hutangku, wahai Rasulullah”. 
Rasulullah bersabda, “maukah aku ajarkan kepadamu beberapa bacaan, yang bila kamu baca, niscaya Allah akan menghilangkan rasa galau dari dirimu dan hutang-hutangmu?”.
Abu Umamah berkata “Tentu mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda “Pada waktu pagi dan sore ucapkanlah Allahumma inni a’udzubika minalhammi wal hazani wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali wa a’udzubika minal jubni walbukhli wa a’u dzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijaali* (3X).
Kemudian aku melakukan anjuran Nabi SAW, maka Allah menghilangkan rasa galau dari diriku dan melunasi hutang-hutangku.” Dikeluarkan oleh Abu Dawud (Shahihul Jami’ 1300)
Nah ternyata benar Islam itu sempura. Bahkan peristiwa “galau” itu telah melegenda lebih dari 1400 tahun yang lalu. Maka aneh jika sekarang banyak yang ikut-ikutan galau, padahal mengaku dirinya muslim, tapi takmencari tau ilmu penangkalnya. Bagaimana, masih ingin terus-terusan dalam galau?
Doa tersebut adalah salah satu dari doa Ma’tsur yang sebaiknya kita panjatkan di kala pagi dan petang. Masih banyak doa-doa lain yang terangkum di dalamnya yang InsyaAllah banyak fadhillahnya(keutamaannya).
“Suatu kaum yang duduk-duduk bersama dan berdzikir bersama niscaya para malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat melimpah kepada mereka, turun ketenangan terhadap mereka dan Allah menyebut mereka kepada yang berada di sisiNya” (HR Muslim)
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan sedih, dan aku berlindung kepada-Mu dari rasa leah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang lain”. 
Wallahu a’lam Bishawwab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s