Jadikan Aku Yang Kedua


Kawan, jangan kau cinta aku
Bisa jadi kau kecewa padaku
Namun, jangan pula kau benci padaku
Bisa jadi kau belum tahu siapa aku

Aku dan kau hanya butuh sepasang tangan
Yang akan kita genggam kala kita melangkah
Aku dan kau hanya butuh sepasang telinga
Yang siap mendengar, kala jengah kita telah memuncak
Aku dan kau hanya butuh sepotong hati
Untuk bersandar atas segala lelah

Tapi maaf, jadikan saja aku yang kedua
Dan aku pun ingin jadikan kau bukan yang pertama
Kau tahu kawan, Allah itu yang pertama
Dan tidak akan menjadi kesekian

Ingat kawan, ingatkan pula aku
Bahwa aku bisa lelah
Bahwa aku bisa berpaling

Aku bisa abaikan kau
Meski dulu beribu kagum tercurah untukku
Aku bisa selembut angin pegunungan
Juga kadang berubah bak lahar yang mengalir

Kawan, aku khilaf perhatikan kau
Telingaku kerap mendadak tuli
Ku bungkam akan dukamu
Yang lalu lalang menjadi bayang

Ada sebuah kalimat
Kau bercerita duka pada yang sedang berduka
Dan suka tidak akan kau dapat

Kita pernah terjatuh
Dan kita pernah terlupa

Segala rasa biar menjadi warna
Untuk kita
Bukan jadi milik bersama

Tegur aku dalam ketidaksukaan
Tegur aku dalam kebencian
Dan dunia, abaikan saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s