Kita Memang Beda


Kawan, jika aku membencimu
Mungkin ada satu kebaikanmu yang kucinta
Jika aku berpaling darimu
Mungkin ada satu hal yang akan kurindukan
Jika aku pernah merasa sedih akanmu
Mungkin ada setitik hikmah yang bisa kugapai

Kawan, kita memang berbeda
Sungguh teramat berbeda
Diantara kelebihanmu
Kau jadikan pelengkap kekuranganku

Kawan, kita memang berbeda
Dan tak akan pernah sama
Karenanya Allah jadikan kita saling mengenal
Menyatu dalam kekurangan
Berbagi dalam kelebihan

Kawan, ku ingin kau bagai pedagang minyak wangi
Ya, itu harapanku
Kelak, jika ku selalu disampingmu
Kau perciki aku dengan minyak wangimu
Atau paling tidak
Kau beri aku hembusan wanginya

Kawan, jika kau menjadi tukang pandai besi
Izinkan aku menjauhimu
Bukan, bukan aku tidak setia
Sungguh aku tak tahan dengan perih percikan apimu
Mungkin, jika nasihatku telah menyentuhmu
Dan doa telah terlantun untukmu
Kubiarkan Allah menjalankan kuasaNya

Kawan, kau bukan kawan biasa
Ku ingin mengenggam tanganmu selalu
Bersama menggapai ridhoNya
Diantara kelebihan-kelebihan kita
Dalam batas kekurangan-kekurangan kita

InsyaAllah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s