Qiyamullail


Malam ini kembali aku tersentak dari tidurku,
padahal terasa lelap

Terdiam aku menekur diri,
memandang pada sorot lampu,
menjelaskan dini kan berlalu

Menitik gemercik air tepat di hadapku,
menyadarkan diriku,
pergi dari mimpi membuka mata

Gemetar seluruh tubuhku
tatkala malam ini begitu dingin

Gemuruh petir semakin
membuatku terjaga walau mata
masih belum sempurna

Kubaringkan lagi tubuh ini
tuk melanjutkan cerita yang tertunda

Ingin rasanya buaian sutra
menutupi tubuhku yang terasa kaku
Namun apa daya,
itu hanya lamunan yang diam-diam menyisip dalam keheningan

Meski penat dan berat mata ini membuka sempurna,
dan siap tuk berjalan
Kaki ini melangkah mencari kesucian ,
menyambut ketenangan

Setelah takbir berkumandang,
tubuh ini merasakan kehangatan

Dingin malam,
senyap sunyi sirna telah dirasakan
Dalam doa aku ikhlaskan Ke HadapanNya

Ingin rasanya berbaring kembali, demi menanti pagi
Tapi kalbu menolak,
sebab shubuh datang menjelang

Asholatukhairumnannaum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s