Halal bi Halal dan Indahnya Saling Memaafkan

BAGI masyarakat Indonesia, Idul Fitri dan Halal bi Halal bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan; saling berkelit kelindan mempercantik nuansa masing-masing. Hari Raya Idul Fitri merupakan perayaan tahunan yang sifatnya syar’i, dalam artian bahwa eksistensinya memang ditetapkan oleh syariat. Lain halnya dengan Halal bi Halal yang status syar’i-nya masih debatable di kalangan ulama, karena ia merupakan produk asli Indonesia baik sisi penamaannya maupun cara pelaksanaannya.

Ada sementara kalangan yang enggan menamainya dengan istilah Halal bi Halal, dikarenakan menurut mereka, istilah itu secara gramatika Bahasa Arab tidak benar. Bahkan ada sementara kalangan yang menentang kegiatan ini apabila isinya adalah kegiatan saling memafkan, dengan alasan bahwa mengkhususkan maaf hanya pada Hari Raya Idul Fitri itu tidak dibenarkan secara syariat (bid’ah). Namun demikian, semuanya menyadari bahwa tujuan Halal bi Halal adalah mengharmoniskan hubungan kekerabatan. Tulisan sederhana ini akan sedikit menelisik kembali esensi Halal bi Halal.

Continue reading

kulwit : #nasihat

01. berapa kali abi perlu menasihatimu cara dengarkan nasihat? | gunakan telingamu untuk mendengar bukan lisanmu
02. lisan dan telinga keduanya tiada bisa bekerja bersama | satu bekerja dan yang lain lumpuh disaat yang sama
03. perhatikan abi dengan telinga, jangan buru-buru kau tampik dengan ucapan | telinga mendahului lisan didepan abi-ummimu
04. sungguh menyimak akan memberikan pemahaman | kare na telinga terhubung langsung dengan akal pemikiran

05. mendengar lebih banyak akan memberimu alasan untuk berbicara | sedikit mendengar tiada buat bicaramu semakin bermakna
06. berlisan sebelum mendengar akan menyeret pada kesalahan | walau tidak salah mengucapkan jawab, sudah salah saat tidak mendengar
07. mendengar adalah sebuah keahlian, yang mungkin lebih sulit dilatih dari bicara | diam bukan berarti salah, bicara belum tentu benar
08. saat engkau dewasa dan bersuami kelak, mungkin ini keahlian yang paling penting dalam rumah tangga | memenangkan hati suami dengan diam
09. berbantahan dalam emosi tiada hasilkan jalan keluar, yang ada menyulut masalah | gunakan telingamu bukan lisanmu
10. banyak mendengar sedikit salah, banyak bicara banyak salah
11. seseorang bisa jadi terlalu banyak bicara | tapi takkan terlalu banyak untuk mendengar
12. seringkali seseorang kram otot karena bicara | tiada pernah kram telinga karena mendengar 🙂
13. mendapatkan ilmu dari mendengar, mengikatnya dengan bicara | lantas apa yang mau diikat bila tak ada yang didapat?
14. karena bicara itu menampakkan nilai diri | sedangkan mendengar itu menampakkan diri bernilai
15. memang banyak yang mendekati bila pandai berlisan | tapi yang pandai mendengar lebih baik karena dia tiada pernah dijauhi
16. sebagaimana Al-Qur’an dibaca untuk didengar, bukan dibantah | maka perkataan abimu juga untuk disimak bukan disela
17. berkata sering menyakiti | tapi mendengar itu mengobati
18. saat Rasul berucap “berkatalah yang baik atau diam” | maksudnya bila tak bisa berkata sesuai Islam, lebih baik diam (dengarkan) 🙂
19. lisan yang baik tanda terpelajar | dan mendengar yang baik adalah tempat belajarnya
20. maka dengarkanlah nasihat sebelum berlisan | insyaAllah tumbuh dirimu menjadi Muslimah yang anggun lagi santun
sumber: @felixsiauw

kulwit : #UdahPutusinAja

  1. pacaran itu menjalin silaturahim | “silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran” #UdahPutusinAja
  2. pacaran itu bikin semangat belajar | “semangat belajar maksiat?” #UdahPutusinAja
  3. pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | “ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?” #UdahPutusinAja
  4. pacaran itu sekedar penjajakan kok | “serius nih penjajakan? ketemu ibu-bapaknya berani?” #UdahPutusinAja
  5. kasian kalo diputusin | “justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?” #UdahPutusinAja
  6. kasian dia diputusin, aku sayang dia | “putusin itu tanda sayang, kamu minta dia untuk taat sama Tuhannya, betul?” #UdahPutusinAja
  7. putus itu memutuskan silaturahim | “silaturahim itu kekerabatan, sejak kapan dia kerabatmu?” #UdahPutusinAja
  8. nggak tega putusin.. | “berarti kamu tega dia ke neraka karena maksiat? apa itu namanya sayang?” #UdahPutusinAja
  9. aku nggak zina kok, nggak pegang2an, nggak telpon2an, kan nggak papa? | “nah bagus itu, berarti gak papa juga kalo putus” #UdahPutusinAja
  10. aku pacaran untuk berdakwah padanya kok | “ngarang lagi, dakwahmu belum tentu sampai, maksiatmu pasti” #UdahPutusinAja
  11. nanti putusin dia gw gak ada yg nikahin gimana? | “pacaran tak jaminan, realitasnya banyak yg nggak nikah sama pacarnya” #UdahPutusinAja
  12. berat mutusin | “semakin berat engkau tinggalkan maksiat untuk taat, Allah akan beratkan pahalamu ” #UdahPutusinAja
  13. nanti aku dibilang nggak laku gimana? | “bukan dia yang punya surga dan neraka, abaikan saja” #UdahPutusinAja
  14. kalo aku putusin dia, dia ancam bunuh diri | “belum apa2 pake anceman psikologis, dah nikah dia bakal ancem bunuh kamu!” #UdahPutusinAja
  15. dia masi ada utang ke aku, berat mutusinnya | “hehe.. kamu ini rentenir ya? kl terusan hutangnya malah nambah” #UdahPutusinAja
  16. pacaran itu makan waktu, makan duit, makan hati | mending waktu, duit dan hati diinvestasikan ke Islam, #UdahPutusinAja
  17. pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran, #UdahPutusinAja
  18. pacaran itu disuruh mengingat manusia, bukan mengingat Allah | melisankan manusia bukan Allah, #UdahPutusinAja
  19. pacaran itu bikin ribet, dikit2 bales sms, dikit2 telpon, dikit-dikit minta dikirim pulsa (wah, sms mamah baru nih) #UdahPutusinAja
  20. pacaran itu dikit-dikit galau, dikit-dikit galau, galau kok dikit-dikit? hehe.. #UdahPutusinAja
  21. lelaki, coba pikir, senangkah bila engkau menikah lalu ketahui bahwa istrimu mantan ke-7 laki-laki berbeda? #UdahPutusinAja
  22. wanita, coba pikir, inginkah berkata pada suamimu pasca akad kelak “aku menjaga diriku utuh untukmu, untuk hari ini ” #UdahPutusinAja

Sumber : @felixsiauw

Kultwit: Jilbab oleh Ust. Felix Siauw

Assalamu’alaikum sahabat… Kangen juga update blog. Dan kali ini secara resmi saya mengumumkan bahwa saya akan nambahin satu kategori baru di blog yaitu #kultwit. Kategori ini khusus saya bikin buat ngesave kultwit-kultwit yang saya dapat di twitter. Ya sebagai sarana pengingat buat saya dan sharing buat teman-teman semua. Nah kali ini saya bakalan share kulktwit ustadz Felix Siauw tentang jilbab. Mari disimak..

Continue reading

Melintas Badai..

Semoga kisah berikut cukup menarik untuk dijadikan sumber inspirasi sebagai penguat keberanian menjalani kehidupan dan tentunya terima kasih kepada pengarangnya yang telah berkenan berbagi motivasi untuk saling menguatkan  . .

 

Hari itu merupakan salah satu hari penting dalam perjalanan hidup saya yang tidak akan pernah dapat saya lupakan seumur hidup tentang pelajaran sikap hidup yang penuh makna. Pada suatu hari, seperti biasanya kami berkendaraan menuju ke suatu tempat di mana pada kesempatan itu saya-lah yang bertindak sebagai sopir yang sedang mengemudikan kendaraan.  Dan setelah berkendara beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam di atas langit yang mulai gelap datang bersamaan dengan angin kencang menderu dan langit menjadi semakin gelap. Lama-lama secara samar saya dapat melihat ada beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti di pinggir-pinggir jalan yang kami lalui.
Continue reading

Kenalilah Kebahagiaan Jika Ingin Bahagia

Bahagia, satu kata yang pasti manusia mengetahuinya, namun tidak semua manusia merasakannya.

Jika berbicara tentang kebahagiaan, setiap orang akan melontarkan berbagai alasannya mengapa ia merasa bahagia. Mungkin ada diantara mereka yang berkata “Saya bahagia karena suami saya sangat mencintai saya”, “Saya bahagia karena mempunyai banyak anak”, “Saya bahagia karena mempunyai banyak harta”, “Saya bahagia karena mempunyai ini dan itu”, “Saya bahagia karena memiliki si ini dan si itu” dan sebagainya.

Tetapi, bagaimana kebahagiaan itu yang sebenarnya?

Continue reading

Tersenyumlah.., Jangan Bersedih..

Sahabat.., bersama hujan kadang ada kilat menyambar, petir menggelegar dan badai mengamuk. Tapi setelah itu semua berlalu, kita juga bisa melihat pelangi. Kebersamaan kita dalam kesulitan bukan berarti kita tidak bisa merasakan kebahagian.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Janganlah kamu bersedih,sesungguhnya Allah selalu bersama kita” (QS.At Taubah : 40)

Janganlah kita terlarut dalam kesedihan, waktu ini terlalu singkat untuk kita lalui dalam kesedihan. Bukankah kita telah mempunyai Islam sebagai agama kita? Bukankah kita mempunyai Rasulullah sebagai panutan kita? Dan bukankah kita mempunyai Allah sebagai penolong kita?
Continue reading