Hikmah Ramadhan; Perubahan Jadual Tidur dan Bangun Pagi Bagi yang Berpuasa Sangat Efektif Mengantisipasi Serangan Mental


Rasulullah pernah bersabda, “Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan yang meresap dalam hati manusia, setelah beberapa pagi menyambut hati Mukminin, bulan Ramadhan dengan keagungannya berlalu dan membawa mereka hingga satu tahun kemudian.”

Menurut para psikolog, kegelisahan yang normal dan tidak berlebihan, selain tidak berdampak buruk bahkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, keseriusan, kreativitas, dan keseimbangan mental. Sebaliknya jika kegelisahan tersebut terlalu berlebih-lebihan, akan mengakibatkan kegagalan dan keputusasaan. Beberapa abad pada masa lalu disebut sebagai abad kegelisahan. Pada abad ke 21 ini pun perhatian kepada nilai-nilai agama tergeser dengan persaingan ekstrim dan fenomena kecanggihan hidup modern. Hal itulah yang membuat kegelisahan umat manusia dalam menjalani hidup kian mengakar. Transformasi cepat sosial, peningkatan tuntutan hidup, serta terkikisnya nilai-nilai etika dan ideologi, termasuk di antara faktor yang kian meningkatkan kekhawatiran umat manusia.

Berbagai tes dan riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa seorang Mukmin akan menghadapi tekanan mental dan kegelisahan lebih sedikit dalam hidupnya. Orang-orang yang memegang teguh agama memiliki perspektif lebih gamblang terhadap dunia, kehidupan, dan kematian. Mereka juga memiliki mental lebih kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Selain itu, ibadah shalat, puasa, haji, dan lain-lainnya, berpengaruh sangat besar dalam menstabilkan mental masyarakat.

Seorang dokter muslim bernama Abu Malik dalam bukunya berjudul Puasa dalam Islam dan Fenomena Psikologis menyatakan, puasa mempercepat proses pemulihan mental. Hasil penelitian yang dilakukan Abu Malik menunjukkan bahwa tidur lebih cepat selama 3 hingga 5 jam untuk beberapa hari saja dapat mengurangi tekanan mental sesorang. Menurutnya, perubahan jadwal tidur dan bangun pagi untuk orang-orang yang berpuasa sangat efektif dalam mengantisipasi serangan mental. Dewasa ini, salah satu metode pemulihan mental dunia adalah dengan mengubah jadwal tidur pasien.

Riset membuktikan bahwa pengurangan masa tidur dapat memulihakan 30 hingga 50 persen depresi yang diderita seseorang. Oleh karena itu, penekanan bagi orang-orang yang berpuasa untuk bangun sebelum subuh tak lain bertujuan mengurangi waktu tidur mereka. Aktivitas tersebut jika dilakukan selama sebulan penuh, akan sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan mental seseorang.

Seorang pemuda Belanda bernama Jan Franko Van Bulbis yang baru saja memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Muhammad Syahid mengatakan, apa yang paling membuat saya sangat tertarik adalah bahwa dalam Islam adalah Allah selalu ada dimana pun dan Ia tidak pernah melakukan kesalahan seperti yang yang dilakukan makhluk-Nya. Penjelasan Kristen tentang ketuhanan membuat saya tertarik untuk menelaah agama-agama lain. Kristen menyerupakan Tuhan seperti manusia dan saya tidak dapat menerima hal ini. Ketika saya berkenalan dengan al-Quran, saya menemukan dunia yang penuh keagungan. Saya memahami bahwa meski al-Quran tidak diturunkan dalam format ilmiah, namun didalamnya mengandung kajian ilmiah yang sangat luas. Bahkan ilmu pengetahun modern saat ini pun baru mengungkap sebagian kecil rahasia yang terkandung dalam al-Quran.

Sebagai contoh, 50 tahun lalu, Dr. Huble berpendapat bahwa alam semesta semakin membesar dan meluas karena pada awalnya alam semesta berbentuk gumpalan yang semakin lama seluruh galaksi dan bintang di dalamnya semakin menjauh. Padahal al-Quran sudah menjelaskannya 1.400 tahun yang lalu melalui seorang nabi. Muslim Belanda itu lebih lanjut menjelaskan, dalam al-Quran, Allah berfirman, “Dan telah kami turunkan besi yang memiliki kekuatan dan manfaat bagi umat manusia.” Dewasa ini, para ahli berpendapat bahwa besi dan berbagai jenis batu yang tersimpan di perut bumi adalah asteroid-asteroid yang jatuh ke bumi.

Muhammad Syahid menilai keistimewaan al-Quran adalah pembentukan dan pembersihan jiwa dan psikologi umat manusia. Diwajibkannya puasa merupakan bukti nyata penyempurnaan jiwa manusia. Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, bulan yang meningkatkan kesabaran manusia. Kesabaran yang disebutkan dalam al-Quran merupakan kriteria paling utama Rasulullah dalam menghadapi gangguan dari kaum Musyrikin. Kesabaran inilah yang membuat kekuatan dan iman seseorang semakin meningkat.

Salah satu keindahan bulan Ramadhan adalah berkembangnya kebaikan dan keindahan kepribadian orang-orang yang menunaikan puasa. Bulan Ramadhan seakan mengakhiri perseteruan antara manusia dan kehidupan yang penuh dengan kebohongan dan ketidakpedulian. Ramadhan memberikan warna persahabatan dan kedamaian pada hati manusia. Pada bulan Ramadhan, setiap amal dilakukan hanya demi keridhaan Allah Swt.

Hikmah Ramadhan kali ini ditutup dengan mengutip munajat Khajeh Abdullah Ansari berikut ini:

“Ilahi! Wahai Pencipta yang Esa dan Maha Pengampun. Wahai yang mengetahui segala rahasia dan mendengar segala ucapan. Wahai yang mengetahui segala hakikat dan pengasih makhluk. Terimalah permohonan ampunan kami. Karena Kau Maha Kaya dan kami fakir. Jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami miliki. Karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s