Melawan Ibu, Melawan Dirimu Sendiri

Termenung aku mengingat perjuangan seorang ibu setiap hari. Ya, lihatlah bagaimana usahanya untuk  memastikan agar ia memiliki stok ASI yang cukup. Ia sudah bertekad bahwa anak2nya  harus mendapatkan ASI yang sama seperti kakak2nya, bahkan lebih baik. Dan  sungguh  melihat usahanya yang begitu gigih setiap hari, tanpa libur, membuat hati siapapun terenyuh. Bangun pagi, tidur larut. Terus saja tanpa kenal lelah. Dalam senyap, aku bertekad tuk mengingat momen-momen ini, dan menjadikannya pengingat bagi ke 6 anakku di kala mereka memerlukannya satu saat nanti. Bahwa sang ibu, adalah pejuang sejati yang harus mereka muliakan.

Sementara itu, sebuah pikir menyelinap dalam benakku, menerobos ke dalam relung kalbu. Bahwa memang benar, tak layak seorang anak melawan orang tuanya. Sebab orang tua, utamanya ibu, adalah bagian dari dirinya, kehidupannya. Ia bukanlah dirinya, tanpa ibunya. Dalam tiap sel mengalir diri sang ibu, lalu bagaimana kah ia bisa memisahkan diri?
Continue reading

4 Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari

Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Telah berkata Ummu ‘Athiyah saya bertanya : ‘Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?’ Maka sabdanya : ‘Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya’.” (HR. Bukhari Muslim)

Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.

Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :

1) Sebagai identitas seorang muslimah

Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim. Dalam sebuah hadits dikatakan :

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud)

Continue reading

Sains Pun Membuktikan Hikmah Memakai Jilbab

Allah Subhanahu wa Ta’ala,  memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan diperlukan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Diantara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah. Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)

“Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi ra. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

Continue reading

Di Level Manakah Cintamu ??

Ya, cinta adalah sesuatu yang unik untuk dibicarakan. Bukan saja ia adalah tema yang begitu marak dibahas dalam keseharian, ia adalah sebuah ranah yang seringkali dipahami secara parsial. (Juz’iyyah)

Saya teringat ajaran bijak dari Almarhum Buya Hamka, sang ulama fenomenal penulis Tafsir Al Azhar. Bahwa cinta memberimu energi, alih-alih melemahkanmu.

Walaah,  saya jadi bingung ini. Yang saya tahu,  dulu masa-masa SMA, kalau teman-teman saya  lagi jatuh cinta, maka pikirannya melayang kemana-mana, tubuh terasa loyo, sehingga produktivitas malah menurun drastis. (nostalgia mode on…)

Lalu mengapa Buya Hamka malah mengatakan kalau cinta itu memberi energi begitu besar bagi kita? Seharusnya kalau punya energi segitu besar, maka bukannya loyo, justru kita bisa meningkatkan produktivitas berkali-kali lipat donk..

Lalu mengapa ada sepasang suami istri yang saling mencintai, lalu pada titik tertentu justru merasa kehilangan cinta dan memilih untuk bercerai? Padahal semestinya cinta memberi keduanya energi besar untuk mempertahankan rumah tangga, dengan berbagai romantika yang telah dibangun, apapun yang terjadi?

Nah, karena saya adalah NLPers, maka saya pun memulai perjalanan saya untuk mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas dengan menggunakan khasanah NLP  yang asyik ini.
Continue reading

Kisah Kecil Manisnya Sabar dan Doa

Mengendalikan emosi ternyata punya hikmahnya tersendiri. “Laa tagh-dhab!” sabda Rasulullah. “Jangan marah!” beliau mengulanginya sampai tiga kali. Sabda itu terucap ketika Rasulullah SAW didatangi sahabat yang secara khusus meminta nasihat.

Begitu pula yang dialami Hari (bukan nama sebenarnya), seorang desainer grafis dan pengembang software di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Kejadiannya bermula ketika ia berkendara di tengah lalu lintas Jakarta. Mobilnya ditabrak dari belakang oleh mobil lain.

Sudah sering malah mungkin lumrah di Jakarta, jika kejadian motor nyenggol gerobak, motor nyenggol mobil, motor nyenggol motor, bus nyenggol motor, atau sebaliknya, maka bisa jadi bibit adu mulut dan perkelahian. Kata-kata kotor dan sumpah serapah seolah siap di ujung lidah. Udara kota yang panas, kemacetan yang menggila, hingga kesibukan yang harus dikejar, ditambah lagi ego yang tinggi, bisa menyulap ketersinggungan sekecil apapun menjadi pemantik perselisihan.
Continue reading

Wanita yang Tahu Kadarnya

Terlepas dari bagaimana masyarakat memperlakukan wanita, Allah justru merahmati wanita yang tahu kadarnya karena ia berbeda dengan pria.

Bagaimana masyarakat memandang wanita di masa kini dan apa peranan wanita dewasa ini? Tentunya hal tersebut telah menjadi bahan perbincangan masyarakat selama ini. Sebenarnya masalah ini pun telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah ada. Namun, jawaban setiap zamannya tentunya berbeda. Di zaman sebelum Rasulullah, wanita tidak dianggap dan direndahkan. Hal ini justru berbeda ketika zaman Rasulullah dimana wanita begitu dihargai dan diagungkan.

Terlepas dari bagaimana masyarakat memperlakukan wanita, Allah justru merahmati wanita yang tahu kadarnya karena ia berbeda dengan pria. Apapun perannya dan aktifitasnya, ia tahu bagaimana harus bersikap serta berbuat. Bagaimana ia harus menjaga izzah dan ifahnya serta pergaulannya dengan laki-laki. Misalnya dalam bekerja, ada etika dan batasan yang dijaga terutama terkait pergaulan dengan laki-laki namun, tetap mempertahankan profesionalitas kerja.

Continue reading

Pengaruh Sabar dan Sholat Dalam Menyelesaikan Problematika Kehidupan

”Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu , (yaitu) orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya” (Qs. al-Baqarah : 45 -46)

Ayat di atas mengandung beberapa pelajaran :

Pelajaran Pertama :

Bahwa Allah memerintahkan seluruh hamba-Nya untuk selalu bersabar dan menegakkan sholat di dalam menghadapi segala problematika hidup.

Adapun sabar secara bahasa adalah menahan, dikatakan : ”qutila fulanun shobron“ artinya : si fulan terbunuh dalam keadan ditahan. Oleh karenanya, seseorang yang menahan diri terhadap sesuatu dikatakan orang yang sabar.

Pelajaran Kedua :

Sabar dibagi menjadi beberapa macam  :

Pertama : Sabar di dalam ketaatan, yaitu menata diri untuk selalu mengerjakan perintah-perintah Allah dan Rosul-Nya. Sabar di dalam ketaatan ini adalah tingkatan sabar yang paling tinggi, kenapa? karena untuk melakukan suatu ketaatan, diperlukan kemauan yang sangat kuat, dan untuk menuju pintu Syurga seseorang harus mampu melewati jalan-jalan yang dipenuhi dengan duri, ranjau dan segala sesuatu yang biasanya dia benci dan tidak dia sukai, sebagaimana sabda Rosulullah Shalallahu a’laihi wasallam

وَحَفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

”Dan jalan menuju syurga itu dipenuhi dengan sesuatu yang tidak kita senangi” (HR. Muslim)

Continue reading

Peran besar muslimah dalam dakwah Islam

Sejak awal, perempuan telah memainkan peran penting dalam kemajuan Dakwah Islam. Mulai dari pengorbanan Sumayyah, hingga peran Aishah dalam pengumpulan hadist-hadist, perempuan telah berperan dalam berkembangnya dan menyebarkan dien ini.

Sayangnya selama ini, kebangkitan Islam menderita kelemahan dalam personil Muslimah yang berkualitas, karena adanya ‘pembatasan’ kerja dakwah ke grup aktivis, dengan upaya terbatas terkait dakwah tarbiyah yang difokuskan pada wanita .

Dakwah terhadap perempuan adalah keharusan, bahkan perempuan sendiri juga terikat akan kewajiban berdakwah. Karena pada dasarnya berdakwah adalah kewajiban bagi seluruh Muslim.

Continue reading