Muhasabah Dunia


Berbicara tentang Muhasabah kalau masalah dunia pasti kebanyakan kita paling cerdas dalam menghitungnya. Tapi kadang rencana tinggal rencana, telah kita tetapkan target tahun depan akan tercapai hal tertentu, tahun depan dilalui ternyata tidak tercapai, tahun berganti tahun sepuluh tahun kemudian bahkan lebih ternyata belum juga tercapai, hal demikian tentu sangat menyakitkan, mengusahakan hal yang bukan bagian takdir kita adalah menyakitkan, saya turut prihatin kalau anda mengalami hal demikian, semoga Allah menolong Anda.

Perlu kita ketahui bahwa cobaan terberat dialami para Nabi dan Rosul, demikian makin kebawah tingkatannya akan makin ringan cobaannya, pada saat ini materialisme makin menjadi-jadi, sehingga kadang kita mengukur kesuksesan seseorang dari atribut keduniaannya, kalau saja kita menghormati seseorang hanya dari atribut dunianya saja, berarti kita telah kehilangan 2/3 keimanan kita (#). Kembali kepada target yang tak kunjung tercapai, diri ini harus selalu diingatkan : Tugas kita adalah memaksimalkan usaha lahir kita dan usaha inilah yang mudah-mudahan bernilai ibadah, dan kita harus siap dengan tembok takdir.Percaya kepada Taqdir adalah bagian dari rukun iman.

Bahwa Al quran adalah mukjizat dan kebenaran yang harus kita yakini, ketika kita membaca AlQuran dan meresapi artinya yakinlah terus belajar untuk yakin, ketika membaca Al quran menjadi obat bagi hati ini, yakinlah! Ketika membaca Allah yang meluaskan rizki dan menyempitkannya, yakinlah ! Ketika sampai pada bacaan : boleh jadi engkau mencintai sesuatu padahal itu buruk bagimu, cobalah untuk yakin!

Andai saja kita meyakini seperti keyakinan salafusholeh, bahwa dunia hanya tempat mampir dan tempat untuk beramal mempersiapkan bekaluntuk di akherat kelak, serta betapa panjang perjalanan setelah hidup di dunia ini, akan terasa ringan cobaan kita, memang kalau teori sih mudah, tapi cobalah merenung andaipun kita tidak menerima cobaan tersebut tetap saja cobaan itu menimpa kita, dan kita mendapat dosa, kalau menerima kita dapat pahala sabar . semua keyakinan ini boleh jadi merupakan pemaknaan syahadat.
Ingatlah akan hadits yang maknanya , kalau saja umat Islam sudah mengagungkan urusan dunia, maka akan dicabut kehebatan Islam#. Andai saja kemuliaan dari Allah adalah gemerlapmya dunia ini, pastilah Fir’aun , Qorun dan Haman dan sebangsanya yang paling disayang Allah, ternyata sebuah kenyataan bahwa mereka dihinakan Allah dengan sebab kesombongan akan atribut dunianya, dan kita ketahui bahwa kebanyakan pengikut para Nabi, adalah dari golongan rendah. Sedang Nabi Muhammad SAW lebih memilih menjadi Nabi yang hamba sahaya, pemahaman kita tentang hakekat dunia inilah yang harus kita pelajari.

Dalam Al-Quran diantaranya dunia ini digambarkan sebagai berikut : Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(Al Hadid:20) Nabi SAW juga bersabda , “Orang yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati dan giat berbekal untuk menghadapinya.”

Untuk membentengi dari pengaruh materialism dan fitnah Dajjal perlu juga untuk membiasakan membaca surat Kahfi. Siapa yang hafal 10 ayat permulaan (riwayat lain akhir) surat al Kahfi maka dia dilindungi dari Dajjal.(HR.Muslim) Diatas telah dibahas tentang sikap kita jika menghadapi hal yang tidak sesuai keinginan, adapun jika misalnya tahun ini kita berhasil merealisasikan rencana kita, sikap kita seharusnya mencontoh Nabi Sulaiman AS, berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”.

Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.(An Naml:40) [1097] Al kitab di sini Maksudnya: ialah kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman ialah Taurat dan Zabur.

Jangan sampai mencontoh perkataan Qarun : Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. dan Apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. (Al Qashash :78).

Sebagai tambahan Nasehat dari Ibrahim bin Adham ini mungkin bisa melengkapi Wallahu A’lam, semoga Allah terus menjaga dan memberi kekuatan kepada kita !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s