Laa Tai’as (Jangan Pesimis)


“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyirah: 5-6).

Bismillah.
Sudah lama kiranya kita hidup di dunia ini mempunyai beberapa masalah dan ujian yang datang silih berganti, mulai dari hal ujian sekolah, masalah dikantor atau bahkan lebih dari pada itu. Namun, yakinlah permasalahan dan ujian itu adalah ladang pendewasaan diri dalam menjalani kehidupan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sementara mereka tidak diuji lagi? sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka, Allah pun betul-betul mengetahui orang-orang yang benar dan Dia betul-betul mengetahui orang-orang yang berdusta.” (QS. Al Ankabut : 2-3)

Maka dari sinilah kita seharusnya mengetahui hakikat kita dalam menjalani kehidupan adalah ladang ujian yang harus kita jalani. Wajar saja jika kita dalam menjalani kehidupan tidak luput dari ujian atau masalah yang silih berganti. ada pepatah lama bilang.

Batu permata tak dapat mengeluarkan kilaunya yang indah tanpa adanya gesekan, demikian juga manusia, tidak dapat disempurnakan tanpa adanya ujian. (Chinese Proverbs)

Ikhwah fillah, terkadang kita tidak tahu apa yang seharusnya kita lakukan dalam menghadapi ujian atau masalah yang sedang kita hadapi?. Pertanyaan itu timbul ketika seseorang yang sedang diuji dalam sebuah masalah telah berada dipuncak kegelisahan dalam menerima ujian atau masalah tersebut. Padahal Alllah suhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’.” (QS. Albaqarah : 45)

Dari sini seharusnya kita tahu, bahwa sikap yang baik dalam menghadapi ujian atau masalah yang sedang dihadapi adalah dengan meminta pertolongan tentang ujian atau masalah yang sedang dihadapi kepada yang yang telah membeikan ujian atau masalah. Karena, ketika kita tidak tahu solusi apa dan bagaimana dari ujian atau masalah yang sedang dihadapi kecuali yang memberikan ujian atau masalah itu.

Ikhwah fillah, tingkatan ujian atau permasalahan itu pada dasarnya tidaklah lebih dari kemampuan kita untuk memecahkan ujian atau masalah tersebut. Namun, karena kegelisahanlah yang membuat kita pesimis untuk bisa memecahkan ujian atau masalah yang sedang dihadapi. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..” (QS. Albaqarah : 286 )

Ikhwah fillah, kunci dari menghadapi ujian adalah kesabaran dalam menjalaninya dan berikhtiar untuk bisa memecahkannya, jika tidak terlampau bisa bertawakallah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan berharap bahwa ujian atau permasalahan itu bisa kita lalui dengan indah.

“Orang optimistis melihat kesempatan di antara begitu banyak kesempitan. sedangkan Orang pesimis melihat begitu banyak kesempitan di antara banyak kesempatan.” (Referensi NN)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyirah: 5-6). [Lukman]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s