Gerakan dan Doa Anti Galau

Maraknya anak muda, mahasiswa, orang tua, hingga kakek dan nenek pada rajin publish status galau di social networking terutama di account FB and Twitt.  Kebiasaan seperti benar-benar akan mempengaruhi karakter si penggalau seharusnya kaum remaja, anak muda dan intelektual muda menyebar atau mempublish kalimat positif atau motivasi dan kalimat persuasi yang mampu membangkit semangat para generation 2.0 (generation Millennial) menjadi generasi tangguh dan berkarakter building.

Dan tak kalah seru kegalauan generation 2.0 didukung dengan provider yang membanjiri dalam rangka mendukung kegalauan Indonesia, mulai dari provider berwarna Merah, Kuning, Ungu, Hijau yang berjanji memberi solusi untuk mengatasi kegalauan para kaum remaja atau dewasa. Bahkan kita mungkin sering mendengar dan menonton iklan di Television menyatakan “makanya pake X* / S*mp*t*, dijamin gak galau lagi”… sampai ada pula makanan ataupun minuman anti galau ckckck…

Waduuhhh…!! Iklan tersebut benar-benar buat ketawa sendiri, kok iso yo kalau galau obatnya pake X*, makanan atau minuman. Padahal agama Islam  telah memberi solusi  kongkret buat umatnya, mulai hal sederhana hingga mendapat pahala yang luar biasa misalnya ketika generation 2.0 sedang galau hendaknya perbanyak dzikir dan doa insya Allah dengan itu semua akan menentramkan hati, dijamin gak ada lagi tuh yang namanya galau.

Continue reading

Surat Dari Ibu Yang Terkoyak Hatinya

Anaku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.
Continue reading

AKu Ingin Cuti Berda’wah !!

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Kusadari, tubuhku begitu lemah, mudah capek dan lelah. seringkali ketika bangun dari duduk, mendadak dunia berubah gelap, lalu sekonyong-konyong aku terjatuh. Roboh. Mungkin kurang darah. Entahlah, aku malas periksa. Bukan malas, tapi aku memang takut ke dokter, aku takut jarum suntik, obat, darah…Apapun yang berbau rumah sakit, aku tak suka! Aaah, aku memang lemah.. Namun, satu yang membuatku tetap bertahan. SEMANGAT! Semangat tholabul ‘ilmi, semangat mengamalkannya, semangat mendakwahkannya, semangat berfastabiqul khairat, semangat untuk meraih ridhoNya dan menggapai cintaNya. Ya Rabb…Jangan pernah Kau biarkan api semangat itu padam…amien!

Kuhampiri cermin yang menggantung di dinding kamarku. Di sana, ada seseorang yang tak asing lagi bagiku, namun hampir saja aku melupakannya, hampir saja aku tak mengenalnya. Kuperhatikan dirinya yang juga memerhatikanku. Kutatap ia dan ia pun balas menatapku. Ah, jasad itu, betapa sering aku mendzoliminya. Wajah itu, begitu lama tak kurawat dan kini tampak pucat. Tubuh itu, beberapa kali aku telat bahkan lupa memberinya makan, malas berolahraga. Sebegitu sibukkah aku hingga tak punya waktu untuk diriku sendiri?

Continue reading

Beginilah Caraku Mencintaimu..

Ada kekasih yg membuktikan cintanya dengan jutaan kalimat ,pujian dan rayuan,,Adapuladengan sikap nan penuh kasih..
Tak sedikit dengan pengorbanan yg meluluh lantakkan harga diri
Ada pula dengan menguras tenaga dan materi.

Namun bagiku, aku mencintaimu dengan menundukkan wajahku padamu, bukan karena ku ingin berpaling darimu,
Tapi karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panah-panah iblis.

Ku mencintaimu dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu, bukan karena aku ingin menyakitimu namun karena aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yg menipu.

Continue reading