Keajaiban jodoh

Keajaiban jodoh itu bermacam-macam. Ada yang akhirnya bisa menikah dengan orang yang dikenal dekat sejak lama. Namun ada pula yang merasa cocok dan yakin hanya dalam hitungan beberapa minggu saja dengan orang yang sama sekali tidak dikenal sebelumnya.

Semua itu terjadi melalui kuasa Allah atas janjinya untuk menjadikan manusia berpasang-pasangan. Mendekatkan yang jauh, membuat dua orang yang tak saling mengenal bisa saling menyayangi, menjadikan dua orang memiliki rasa cinta sehingga mau berkomitmen mencapai tujuan bersama, menyatukan dua keluarga, subhanallah..

Continue reading

Bolehkah Mengutarakan Cinta??

d0eba-akhwatterperangkapcinta-ilustrasiIslam memandang cinta sebagai sesuatu yang wajar dan sederhana.
Islam adalah fitrah, sedang cinta sendiri adalah fitrah kemanusiaan.

Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh dihati manusia.
Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai.
Bahkan Rasulullah menganjurkan agar cinta itu diutarakan.

Hanya saja, Islam menyediakan penyaluran untuk itu melalui lembaga pernikahan.
Dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.

Hal ini menjadi suatu tuntunan dalam menjalankan agama.
Bahkan ketika hamba Allah jatuh cinta pernikahan adalah solusinya.

Karena tidak ada yang mententramkan hati bagi seorang kekasih yang merindukan kekasihnya.
Kecuali bisa bersamanya setiap saat.

Kebersamaan itu bisa terwujud oleh tali pernikahan.
Sehingga tentramlah hati.

Nah pasti sahabat juga saat ini ada yang sedang bingung dengan persoalan cinta kan??
Langkah yang paling penting kita istikharah. Dan bila sudah mampu maka menikahlah.. 🙂

Semoga Allah tempatkan cinta kita ditempat yang benar yang sama-sama menuju kepada Allah. AAMiIN…

Follow kami di >>> https://www.facebook.com/SahabatDariHati

Cintamu itu….

Kita bisa mencinta seseorang karena apa saja, yang paling sering kita mencinta karena terbiasa
Karena biasa bersama-sama melakukan segala, cinta muncul tanpa terduga tanpa direncana
Tapi cinta semisal ini sangat mudah hilangnya, semudah kita berpindah kediaman di lain kota
Karena sesuatu yang datang karena terbiasa, dia tanpa ikatan dan hilang pula karena tak biasa

Kita bisa mencinta seseorang sebab paras dan rupa, senyuman, gerik-gerak dan pandangan mata
bahkan hanya sekedar santun sopan tutur kata, dia bisa mengikat hati dan tumbuhkan rasa
Namun cinta semisal ini liar dan tak jelas arahnya, cenderung mengarah pada hal nista
Karena tumbuh lewat pandangan mata bukan jiwa, terikat pada yang fana dan berakhir oleh masa

Namun kita bisa juga mencinta sebab ketaatannya, seberapa besar dia cinta pada Tuhannya
Karena bila ia mencintai Allah kita pun mencintainya, sebab kita juga mencintai Tuhannya
Cinta ini kekal dan takkan pernah berakhir oleh masa, tidak hilang sebab jarak waktu dan dunia
Cinta karena Allah itu manis di mata indah di jiwa, karena bila karena Allah pastilah bahagia

Ketaatanmu yang membuatku mencintaimu 🙂 🙂

Wahai Hamba-Ku, Aku Rindu denganmu..

azanKalau dengar Mu’adzin

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Apa yang kita rasakan..?! Biasa-biasa aja atau kayak ada yang manggil

Simple, kalau mahasiswa lagi di kampus, pas waktu antri ketemu dosen, giliran dah mau masuk buat konsultasi lama, ehh ada panggilan adzan.
Mana yang di pilih..?! ^_^ Hayoo

#”Ahh..sholat kan bisa nanti, waktunya masih banyak,” Nah,,loh

Pernah nggak kita ngebayangin gitu, pas adzan terdengar
حَيَّ عَلَى الصَّلاَة

Dengan mesra nan lembut Allah manggil kita, “Wahai hamba-Ku, kemarilah, datanglah ke rumah-Ku, Aku Rindu padamu, Rindu ketika dirimu Mengagungkan-Ku, Memuji-Ku, Menyembah-Ku” ^_^ Pernah..??! Dan

Ketika kita ngk dateng” ke masjid, Allah Yang Maha Tahu bertanya kepada Jibril, “Yaa Jibril, kemanakah hamba-Ku yang biasa shalat berjama’ah di rumah-Ku, Aku Rindu padanya yaa Jibril, apakah dia sudah enggan tuk bertemu dengan-Ku lagi..?”. Astaghfirullah

Sering-sering ke masjid yukk…^_^ di kangenin Allah tuh ^_^ #Just4Allah #sedikitBerbagi #SemogaBermanfaat #SemogaBarakah ِ.

 

Biarkan Keshalihan itu yang Meminangmu

Sejenak mari kita melihat diri ini. Disaat masa muda kian lama kian menua. Wajah ini pun kian lama kian layu seiring dengan usia yang semakin tua. Keceriaan dan kebahagiaan dengan polos yang kita rasa kian mulai memudar dan berganti dengan keresahan-keresahan jiwa. Keresahan yang membuat kita menitik-nitikan air mata, dalam sujud, dalam doa, dalam tiap aktivitas yang lakukan.

Ada apakah gerangan yang membuat kita tak bisa menikmati hidup ini dengan bahagia seperti dulu kala?  Apakah salah hati ini kita yang tiap hari sering merasakan keresahan dan gundah gulana?
“Rindu pada seseorang” lah yang menyebabkan hati ini resah nan gelisah. Meski kita belum pernah bertemu dengannya. Tapi hati ini ingin sekali bisa bertemu bersanding dengannya, menyatukan hati kita dengan hatinya. Karena Allah memang sengaja menyimpan rapat-rapat rahasia dibalik kerinduan itu agar kita tak melupakan kepada Dia yang membuat rasa rindu.

Allah Punya Jawaban Terbaik untuk Doa dan Ikhtiar Kita

Keinginan dan harapan selalu menyertai kehidupan kita. Keinginan dan harapan itu akan terwujud manakala Allah mengabulkan doa dan ikhtiar kita. Doa yang selalu kita panjatkan dan beragam ikhtiar yang kita lakukan.

Sungguh di dalam Islam diajarkan bahwa segala doa dan kesungguhan ikhtiar seorang hamba takkan sia-sia. Meskipun, ranah hasil adalah ranah Allah, bukan ranah kita sebagai hamba yang lemah. Allah yang kuasa menentukan jawaban atas ikhtiar yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Sedangkan ranah kita ini adalah ranah proses, proses dalam berusaha keras untuk bisa mencapai keinginan dan harapan kita dengan menggantungkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan menemuinya,” (QS al-Insyiqaq : 6).

Ikhtiar yang kita lakukan tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan doa, begitu juga dengan doa yang kita panjatkan, tidak akan ada artinya jika kita tidak berikhtiar dan bertawakal. Semuanya saling berkaitan dan punya fungsi dalam kehidupan kita.

Pentingnya kita berdoa adalah karena kita harus yakin bahwa Allah lah yang menentukan segala hasil dari setiap ikhtiar kita. Dan pentingnya ikhtiar adalah bentuk perwujudan keseriusan kita, total action kita, agar bisa meraih keinginan dan harapan kita. Karena ikhtiar itu adalah bergerak bukan diam. Pencapaian harapan membutuhkan action yang rill dan sungguh-sungguh, man jadda wa jadda; siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil.

Ikhtiar dan doa yang kita panjatkan haruslah memiliki tujuan semata-mata hanya karena ingin mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sejatinya segala sesuatu yang kita inginkan dan harapkan dari Allah adalah agar keinginan dan harapan kita bisa menjadikan diri kita lebih dekat dan cinta kepada Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana pesan dari Ibn Athaillah dalam kitab Al-Hikam: “Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu?”
Continue reading

Ketika Hati Rindu Ingin Menikah

Berawal dari note seorang ukhti shalihah yang bertemakan kerinduan hati akan sunnah yang indah ini… Duh, katanya sih nikah itu sesuatu banget. Lha gimana ga sesuatu, yang dulunya dikecam jadi dipuji, yang dulunya haram jadi halal, yang dulunya dulunyaa.. he..he..

Well, balik lagi ke niat awal menulis artikel ini, meski diri belum menggenapkan separuh Diin, izinkan untuk berbagi.. semoga ada manfaatnya, kalopun nanti ada yang kurang berkenan dan salah mohon dimaafkan dan diluruskan.. ^_^

Ketika Hati Rindu Ingin Menikah,

“Innamal ‘amalu binniyat…” setiap amalan -termasuk nikah- berkualitas tidak nantinya dimulai dari niat. Sepakat ya? sipks.. kalo penginnya asal nikah/asal laku/asal kagak mbujang biar ga malu sama temen-temen yang udah ‘nyolong’ start duluan ya kualitas keluarga yang dibentuk nantinya juga asal ada, asal jadi, asal-asalan. Na’udzubillahi min dzalik yaa Rabbana…

Tapi kalau niatnya LILLAH -karena Allah semata-, kemudian caranya BILLAH -sesuai syari’atnya/seoptimal mungkin syar’i- dengan visi ILALLAH -untuk Allah, mendapatkan ridhaNya- insya Allah, Barakah.. Barakah..!
Continue reading

Pejuang Cinta atau Pecundang Cinta ( ? )

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Hohoho.. judulnya aja sudah membuat mata terbelalak walau barang sejenak *GeeR :p*.

Aku mau berbagi cerita sedikit mengenai sebuah ide dan pemikiran di kepala mungil ini *soknye :p*, dimana inspirasi untuk membuat tulisan ini kupetik ketika melihat sebuah acara reality show yang pernah ada di salah satu stasiun TV swasta kita.

Entah kenapa, diriku ini paling ‘gerah’ kalau mendengar kata ‘PACAR’ atau melihat orang ‘BERPACARAN’. Bukan ape-ape yee..daku memang termasuk dalam ‘Komunitas ACAR’ alias ANTI PACARAN. Bukan juga karena diriku yg ketika masih single belum pernah merasakan pacaran selama diriku bernafas. *tapi kan kamu dah merid? jadi bisa pacaran setelah nikah? Yup..tul skali..anda pinter..:p *

Tapi aku merasa risih aja dan mata ini sudah sangat jengah melihat segala atribut dan tetek bengek adanya orang2 yg berpacaran disekelilingku yg dengan ‘seenak udele dhewek’ main peluk-pelukan dan pegangan tangan kayak lem besi, kadang melayangkan ciuman curian ke pipi pasangannya, tanpa rasa malu dan risih sedikitpun, dan itu terjadi didepan mataku..:-@. Kalau ditegur dikira aku mencampuri urusan orang lain, kalu dibiarkan aku merasa ikut berdosa karena membiarkan suatu maksiat terjadi didepan mata tanpa aku bisa berbuat apa-apa. Jadinya ya gitu, diriku suka sangat-sangat sebel bin jengah binti senewen kalau melihat orang berpacaran didepan umum.

Continue reading