Ingat-ingat Pesan Mama Duhai Nisa’

Inilah pesan paling indah sepanjang masa bagi orang-orang yang menginginkan indahnya rumahtangga dan harmonisnya pernikahan. Pesan ini melintasi batas waktu dan zaman.

Dahulu kala, ada seorang raja di negeri Yaman yang bernama al-Harits bin Amru al-Kindi. Ia mendengar berita bahwa ada seorang wanita yang terkenal dengan kecantikannya. Wanita itu adalah putri Awf al-Kindi. Lalu sang raja mengutus seorang wanita yang bernama Asham, sebagai comblang, kepada keluarga Awf untuk membuktikan langsung kebenaran berita itu.

Continue reading

Melawan Ibu, Melawan Dirimu Sendiri

Termenung aku mengingat perjuangan seorang ibu setiap hari. Ya, lihatlah bagaimana usahanya untuk  memastikan agar ia memiliki stok ASI yang cukup. Ia sudah bertekad bahwa anak2nya  harus mendapatkan ASI yang sama seperti kakak2nya, bahkan lebih baik. Dan  sungguh  melihat usahanya yang begitu gigih setiap hari, tanpa libur, membuat hati siapapun terenyuh. Bangun pagi, tidur larut. Terus saja tanpa kenal lelah. Dalam senyap, aku bertekad tuk mengingat momen-momen ini, dan menjadikannya pengingat bagi ke 6 anakku di kala mereka memerlukannya satu saat nanti. Bahwa sang ibu, adalah pejuang sejati yang harus mereka muliakan.

Sementara itu, sebuah pikir menyelinap dalam benakku, menerobos ke dalam relung kalbu. Bahwa memang benar, tak layak seorang anak melawan orang tuanya. Sebab orang tua, utamanya ibu, adalah bagian dari dirinya, kehidupannya. Ia bukanlah dirinya, tanpa ibunya. Dalam tiap sel mengalir diri sang ibu, lalu bagaimana kah ia bisa memisahkan diri?
Continue reading

Muliakan Ibumu..

Bagi anak, orang tua adalah orang terdekat yang seharusnya dijadikan sandaran untuk mendapatkan kasih sayang. Terlebih seorang ibu. Allah menjadikan seorang wanita mulia dengan kedudukannya sebagai seorang ibu. Seorang ibu adalah manusia yang kerap kali menjadi tujuan kita bertumpu. Di saat sedih, di saat membutuhkan semangat, atau bahkan di saat butuh bantuan, ibu selalu ada untuk kita.

Seorang ibu, laksana malaikat yang dikirim Allah kepada setiap anak. Melimpahkan kasih sayangnya, memberikan perlindungannya, dan melakukan segala pengorbanan demi kebahagiaan anak-anaknya.

Tak terukur perjuangan seorang ibu di kala hamil, rasa sakit dasyat yang dirasakannya ketika melahirkan, serta kelelahan demi kelelahan yang dilakukannya demi memberikan yang terbaik untuk kita.

Continue reading

Jihad Para Ibu Dalam Pandangan Islam

Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan fihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi shollallahu ‘alaih wa sallam menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada ayahnya. Jadi ibaratnya keharusan menghormati dan berbuat baik seorang anak kepada ibunya sepatutnya lebih banyak tiga kali lipat daripada penghormatan dan perilaku baiknya terhadap sang ayah.

Bahaz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbuat kebaikan?. Beliau bersabda: “Ibumu.” Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: “Ibumu.” Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: “Ibumu.” Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: “Ayahmu, lalu yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kita juga sangat akrab dengan hadits yang menyebutkan beberapa dosa besar dimana salah satunya ialah durhaka kepada kedua orangtua, yaitu ayah dan ibu. Di antaranya disebutkan sebagai berikut:

Continue reading

SEBUAH SURAT DARI AYAH & IBU

Ketika Kami menjadi tua, Kami harap Kamu mengerti dan bersabarlah dengan kami…Dalam hal kami memecahkan piring atau menumpahkan sup di meja karena…..Kami kehilangan penglihatan kami, kami harap Engkau tidak memarahi kami…

Orang yang lebih tua sensitif… selalu memiliki kemalangan saat Anda berteriak, Ketika pendengaran Kami semakin memburuk dan Kami tidak mendengar apa yang kamu katakan, Kami harap kamu jangan panggil Kami “Tuli!” tolong ulangi apa yang kamu katakan atau setidaknya menuliskannya…

Maaf, AnakKu….
Kami semakin tua, Ketika lutut Kami menjadi lebih lemah,
Kami harap dirimu memiliki kesabaran untuk membantu Kami bangun, Seperti bagaimana Kami membantu dirimu saat engkau masih kecil, Belajar cara berjalan….
Continue reading

Surat Dari Ibu Yang Terkoyak Hatinya

Anaku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.
Continue reading

Bagaimana Jika Setelah Membaca Tulisan Ini Ibumu Lalu Meninggal?

Sahabat sekalian, suatu waktu saya pernah menghadiri suatu acara training motivasi di kampus saat masa kuliah dahulu. Pada waktu itu ada statement trainernya yang masih saya ingat sampai sekarang. Ia berkata: “rata-rata orang sukses di seluruh dunia itu, mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya khususnya dengan ibunya” jadi jika kita ingin sukses maka sebelum itu yang harus diperhatikan ialah bagaimana hubungan kita dengan orang tua saat ini? Apakah penuh kehangatan atau penuh dengan kebencian? Yang saat ini hubungan dengan orang tuanya penuh kehangatan bersyukurlah Anda orang yang beruntung. Untuk mereka yang punya hubungan tidak baik dengan orang tuanya berdoalah agar dimudahkan Allah untuk memperbaiki hubungan dengan mereka.

Continue reading

Jika Suatu Saat Nanti Kau Jadi Ibu

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid.  Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: “Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan? Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?”

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman.  “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair.  Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman.  Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini.
Continue reading