AKHI… MAUKAH MENIKAH DENGANKU?

AKHI… MAUKAH MENIKAH DENGANKU?

“Suamiku adalah temen curhatku…
suamiku adalah patner bisnisku…
suamiku adalah ustadz tahsinku…
suamiku adalah temen seperjuanganku…
suamiku adalah sahabatku…
suamiku adalah temen mainku…
suamiku adalah temen berantemku…”,

itulah kiranya yang ana rasakan darinya, setelah 12 tahun menikah dan insya Alloh dikaruniai anak 7 semoga semakin menambah keberkahan dalam rumah tangga kami…

Dulu ana datang ke suami ana, justru ana yang menawarkan diri ke suami.
”Akhiy maukah menikah dengan ana?”, tawarku padanya.

Waktu itu dia masih kuliah smester 8. Dia cuma bengooonggg seribu bahasa, serasa melayang di atas awan, seolah waktu terhenti. Beberapa saat setelah setengah kesadarannya kembali dan setengahnya lagi entah kemana, dia berucap,

”’Afwan ukh… anti pengen mahar apa dari ana?” “Cukup antum bersedia menikah denganku saja itu sudah lebih dari cukup”
Continue reading

Sekilas Tentang Proses Ta’aruf

SahabatDarihati – Saya pernah ditanya tentang bagaimana cara mengidentifikasi akhawat yang “asli” di zaman sekarang? Karena kini banyak akhawat berjilbab panjang namun kok masih titik-titik. Padahal ikhwah aktivis da’wah yang haraki inginkan pendamping yang haraki pula.

Nah, disinilah manfaat ta’aruf, agar kita tidak terjebak pada ghurur. Ta’aruf bukan sekedar formalitas saja namun benar-benar dilaksanakan untuk saling mengenal, mencari informasi akhlak, kondisi keluarga, saling menimbang, dsb. Permasalahan sesungguhnya bukanlah pada akhawat “yang asli” atau “tidak asli” namun terkait kepada pemahaman kita bahwa hanya Allah sajalah yang mengetahui kadar keimanan seseorang, terlepas dari penampilannya. Walau pemakaian jilbab adalah juga cermin keimanan.

Continue reading

Biarkan Keshalihan itu yang Meminangmu

Sejenak mari kita melihat diri ini. Disaat masa muda kian lama kian menua. Wajah ini pun kian lama kian layu seiring dengan usia yang semakin tua. Keceriaan dan kebahagiaan dengan polos yang kita rasa kian mulai memudar dan berganti dengan keresahan-keresahan jiwa. Keresahan yang membuat kita menitik-nitikan air mata, dalam sujud, dalam doa, dalam tiap aktivitas yang lakukan.

Ada apakah gerangan yang membuat kita tak bisa menikmati hidup ini dengan bahagia seperti dulu kala?  Apakah salah hati ini kita yang tiap hari sering merasakan keresahan dan gundah gulana?
“Rindu pada seseorang” lah yang menyebabkan hati ini resah nan gelisah. Meski kita belum pernah bertemu dengannya. Tapi hati ini ingin sekali bisa bertemu bersanding dengannya, menyatukan hati kita dengan hatinya. Karena Allah memang sengaja menyimpan rapat-rapat rahasia dibalik kerinduan itu agar kita tak melupakan kepada Dia yang membuat rasa rindu.