Tiga Kunci Sukses dan Bahagia

Saat ini, hampir semua orang mengejar sukses dan bahagia. Ketika orang yang bekerja keras dari pagi hingga larut malam ditanya, ia menjawab, “agar sukses dan bahagia.” Ketika ada suami yang rela meninggalkan istrinya berbulan-bulan ke luar pulau ditanya, ia juga menjawab, “agar nantinya bisa sukses dan bahagia.”

Yahya bin Mu’adz ar-Razi pernah memberikan nasihat tentang kunci sukses dan bahagia. “Sungguh beruntung,” kata Ar-Razi, “orang yang meninggalkan harta sebelum harta meninggalkannya, membangun kuburan sebelum ia memasukinya, dan membuat ridha Tuhannya sebelum ia menemuiNya.”

Nasihat Ar-Razi ini begitu dalam, dan patut menjadi bahan renungan untuk mengevaluasi langkah-langkah kita selama ini. Mulai dari tujuan akhir. Yakni sukses dan bahagia yang hakiki. Sukses sebagai hambaNya yang berujung surga, bahagia selamanya berada di tempat kembali yang sangat mulia. Dan karena kebahagiaan itulah yang hakiki, ia pun mulai terasa sejak di dunia ini.
Continue reading

5 Pilar Syukur

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah syukur adalah terlihatnya tanda-tanda nikmat Allah pada lidah hamba-Nya dalam bentuk pujian, dalam hatinya dalam bentuk cinta kepada-Nya, dan pada organ tubuh dalam bentuk taat dan tunduk kepada-Nya. Dalam definisi syukur ini terkandung tiga unsur, yaitu: pujian lisan, cinta dalam hati dan ketaatan dalam perbuatan.

Syukur sejatinya tidak menambah apapun kepada pelakunya melainkan kenikmatan dan kebahagiaan. Dengan bersyukur, manusia menjadi lebih berbahagia dan menjadi lebih bertambah nikmatnya. Syukur dengan demikian, memiliki korelasi positif dengan kesuksesan.

Pada tahun 1998, Profesor Emmons mulai mengkaji tentang syukur. Profesor Emmons melibatkan para mahasiswanya dalam penelitiannya tentang syukur. Saat itu, sang profesor menyuruh sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh kesah (galau).
Continue reading

Bacalah! Maka Kau Akan Mengerti

Bacalah tentang dirimu, maka aku akan mengerti bahwa sesungguhnya dirimu adalah indah. Allah telah menciptakanmu dengan begitu teratur dan sempurna, maka dari itu berbanggalah menjadi muslimah dengan menjadi taat kepada Nya.
Dia tetap memeliharamu bahkan saat kau tidak mencintainya, Dia mengasihimu dan tetap memberikan kepadamu jatah rizki, bahkan disaat kau mengkhianatinya, dan Dia pun akhirnya memaafkan kesalahanmu saat kau bertaubat, walaupun selanjutnya kau mengulang kesalahan yang sama. Lagi dan lagi.
Memang, menebus kecintaanNya adalah sangat mustahil dilakukan, maka satu- satunya cara untuk membalasnya adalah menjadi hamba yang baik untukNya. Walaupun itu memang sama sekali tidak menguntungkan atau merugikanNya, namun percayalah kesetiaan terhadap aturan dan JalanNya, akan selalu membawamu kepada kemuliaan seorang manusia.

Tersenyumlah Bersama Masalahmu ^^

Aku baca sesuatu dalam sebuah buku berjudul The Way To Win karya Solikhin Abu Izzudin, ada suatu kalimat menarik disana,

“ Bersyukurlah engkau bila punya masalah. Masalah membuat kita dewasa, lebih rajin dalam ibadah, memperbaiki penampilan, arif dalam bersikap, bijak dalam bertindak, dan akan lebih banyak berinfaq “

Seharian aku jadi terfikirkan kalimat itu, tak ada yang salah, masalah membuat kita rajin dalam ibadah,dan terlebih mampu mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Rasakan itu,
Ketika masalah mendatangi kita, paksakan bibir untuk tersenyum. Tersenyum untuk diri sendiri, beri tepuk tangan pada diri karena mampu menahan air mata yang memaksa untuk jatuh dan menggantinya dengan senyuman manis ^_^

Ya, bersyukurlah ^_^ bersyukur itu indah, bersyukur itu nikmat ^_^ bersyukurlah Allah sangat menyayangi kita dengan masalah, masalah datang bersama Allah. Dan ingatlah bahwa dengan datangnya masalah, itu berarti Allah ingin kita lebih dekat denganNya…
Allah, I Love You…

Apa Kabar Imanku Hari ini??

Apa kabar imanku hari ini? tanyaku dg hati2.

“Alhamdulillah bikhoir..” imanku menjawab dg wajah muram.
“Tapi kenapa seperti bersedih?” tanyaku lagi.
“Sayapku terluka,hingga aku tak bisa menjangkau menara istana itu”.
“Istana apa..?”
” Istana Cinta yg berdiri kokoh di seberang lautan rasa. Bukankah kau tahu dimana istana itu,kenapa masih bertanya?”.

Aku tertunduk malu.

Lalu aku bertanya,
“Imanku,bukankah kamu masih bisa terbang? Lihat,lukamupun tidak seberapa?”.
“Ya,tapi aku hanya bisa terbang dan menjangkau pintu gerbang istana itu. Ak tidak mampu masuk kedalam istana pelangi”.

“Kenapa..?” tanyaku penasaran.
“Karena sahabat2 pelangimu melarangku masuk. Karena aku masih terluka,lukaku belum sembuh. Mereka baru mengijinkan aku masuk jika engkau sudah mengobati lukaku sampai sembuh dan bersih..”.

Jawaban imanku membuatku menitikkan airmata.

Continue reading