Sekilas Tentang Proses Ta’aruf

SahabatDarihati – Saya pernah ditanya tentang bagaimana cara mengidentifikasi akhawat yang “asli” di zaman sekarang? Karena kini banyak akhawat berjilbab panjang namun kok masih titik-titik. Padahal ikhwah aktivis da’wah yang haraki inginkan pendamping yang haraki pula.

Nah, disinilah manfaat ta’aruf, agar kita tidak terjebak pada ghurur. Ta’aruf bukan sekedar formalitas saja namun benar-benar dilaksanakan untuk saling mengenal, mencari informasi akhlak, kondisi keluarga, saling menimbang, dsb. Permasalahan sesungguhnya bukanlah pada akhawat “yang asli” atau “tidak asli” namun terkait kepada pemahaman kita bahwa hanya Allah sajalah yang mengetahui kadar keimanan seseorang, terlepas dari penampilannya. Walau pemakaian jilbab adalah juga cermin keimanan.

Continue reading

Ukhti Jangan begitu

Pernahkah engkau taaruf dgn seorang ikhwan dan dengan semboyan dahsyat MENCINTAIMU KARENA ALLAH, tapi berawal dgn niat sperti ini:

“hmm.. jalani dululah, siapa tau cocok…”
“hmm.., bolehlah, siapa tauemang jodoh…”
“siapa tau…”……”s iapa tau…” dan siapa tau yg lain-lainnya… .

Sungguh bukan hak saya utk berkata demikian sebenarnya..
Tapi…sungguh miris hati saya ketika melihat realita… taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran…!!!

Akibatnya.. taaruf tiada bedanya dg pacaran…?? ?
Lalu…??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan “selimut Islami…” ??
Continue reading

Apa beda pacaran dengan ta’aruf ?

Ta’aruf diartikan sebagai perkenalan. Namun dalam praktek sehari-hari ada yang menggunakan kata taaruf sebagai suatu proses sebelum ikhwan dan akhwat menjalani pernikahan. Dalam taaruf, mereka saling mengenalkan keadaan diri masing-masing, bila cocok bisa dilanjutkan ke proses khitbah dan bila tidak maka proses akan dihentikan. Mungkin seperti itu secara sederhananya, walaupun pada prakteknya bisa begitu rumit dan kompleks.
Continue reading

Tata Cara Berta’aruf dlm Islam

Proses ’ta’aruf’ merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah pilihan. Mau baik ato buruk, mau syurga or neraka, mau sukses ato gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Berikut tata cara bertaaruf dalam islam dirangkum dalam pertanyaan dan jawaban

Continue reading