Wahai Hamba-Ku, Aku Rindu denganmu..

azanKalau dengar Mu’adzin

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Apa yang kita rasakan..?! Biasa-biasa aja atau kayak ada yang manggil

Simple, kalau mahasiswa lagi di kampus, pas waktu antri ketemu dosen, giliran dah mau masuk buat konsultasi lama, ehh ada panggilan adzan.
Mana yang di pilih..?! ^_^ Hayoo

#”Ahh..sholat kan bisa nanti, waktunya masih banyak,” Nah,,loh

Pernah nggak kita ngebayangin gitu, pas adzan terdengar
حَيَّ عَلَى الصَّلاَة

Dengan mesra nan lembut Allah manggil kita, “Wahai hamba-Ku, kemarilah, datanglah ke rumah-Ku, Aku Rindu padamu, Rindu ketika dirimu Mengagungkan-Ku, Memuji-Ku, Menyembah-Ku” ^_^ Pernah..??! Dan

Ketika kita ngk dateng” ke masjid, Allah Yang Maha Tahu bertanya kepada Jibril, “Yaa Jibril, kemanakah hamba-Ku yang biasa shalat berjama’ah di rumah-Ku, Aku Rindu padanya yaa Jibril, apakah dia sudah enggan tuk bertemu dengan-Ku lagi..?”. Astaghfirullah

Sering-sering ke masjid yukk…^_^ di kangenin Allah tuh ^_^ #Just4Allah #sedikitBerbagi #SemogaBermanfaat #SemogaBarakah ِ.

 

Nasihat untukmu Saudariku…

Jadikanlah ghadhul bashar

(menundukkan pandangan) sebagai

hiasan kedua matamu, niscaya akan

semakin bening dan jernih.

Oleskan lipstick kejujuran pada bibirmu,

niscaya semakin manis.

Gunakan pemerah pipimu dengan

kosmetika yang terbuat dari rasa malu.

Pakailah sabun istighfar untuk

menghilangkan semua dosa dan

kesalahan yang kita lakukan.

Rawatlah rambutmu dengan jilbab islami

yang akan menghilangkan ketombe

pandangan laki-laki asing yang

membahayakan.

Pakailah giwang kesopanan pada kedua

belah telingamu.

Hiaslah kedua tanganmu dengan gelang

tawadhu dan jari-jarimu dengan cincin

persahabatan.

Sebaik-baik kalung yang kamu pakai

adalah kalung kesucian

Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyyah,

Ghadhul Bashar (menundukkan

pandangan) dari hal-hal yang

diharamkan memberikan tiga manfaat

besar.

1. Merasakan manis dan lezatnya iman.

2. Hati bercahaya dan firasat tajam.

3. Hati semakin kuat, teguh, dan berani.

 

Ajari Aku Cinta…

Ajari aku cinta karena Allah || Cinta yg bersamamu aku jadi semakin dekat dengan Allah || Cinta yg bersamamu aku jadi semakin mencintai Allah.

Ajari aku cinta untuk Bersabar || agar menemukan kekasih yg benar || yang menuntun hati pada cinta yang sadar || Cinta suci kepada Yang Maha Besar

Ajari aku cinta dalam Diam || Pada kesendirian tanpa sentuhan Haram || Pada kerinduan dalam doa-doa malam || Demi kesucian cinta yg Terpendam.

Ajari aku cinta yang Sejati || Cinta yang tak butakan hati || Cinta yang selalu mengobati || Cinta yang membawa hidup menjadi lebih Berarti.

kata arti dari I.S.T.R.I.

“berikut sikap seorang perempuan yang akan mendapatkan
kunci masuk untuk syurganya atas ridho dan ijin Allah”
.
~mengabdi kepada suaminya itu sudah jadi salah satu
kunci utama untuk masuk syurga~
.
kata arti dari I.S.T.R.I.

Continue reading

Untukmu Yang Selalu Kunanti

Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separoh dari agama ini. Lelah… dan teramat lelah….!!!!

Itulah yang sekarang kurasakan. Lelah untuk tetap menjaga hati dan iman ini. Lelah untuk istiqomah menanti hingga janji Allah tiba. Lelah untuk tetap tersenyum dalam menghadapi setiap pertanyaan..

“Kapan menikah…..?”

Di tengah kelelahan itu, izinkan aku sekedar melukiskan kekeluan hati yang sulit terucap dengan lisan. Dan izinkan pula aku sedikit mengutip surat cinta dari Allah, sebagai kewajiban kita untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran…

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga) (QS An-nur : 26)”

Huuf….!!!!

Continue reading

Ketika Pangeran Tak Kunjung Datang

 

 

 

 

 

 

 

Sarah, (35), benar-benar telah menyerah terhadap apa yang disebut pernikahan.

“Saya telah melalui fase yang dimulai sekitar 10 tahun yang lalu ketika saya benar-benar putus asa untuk bisa mendapatkan suami. Saya telah berbicara dengan kerabat yang kira-kira bersedia untuk membantu. Saya telah meminta kepada teman-teman saya yang telah menikah untuk menanyakan apakah suami mereka punya teman sarjana yang memenuhi syarat sehingga mereka bisa bersanding denganku,” katanya sendu.

“Ketika saya memasuki usia 33 tahun, saya telah benar-benar melakukan sesuatu yang saya merasa sangat malu. Saya memasang profil diri saya di situs perjodohan Muslim! Itu merupakan yang pertama dan yang terakhir. Saya merasa begitu sangat malu ketika saya melakukannya, bukan karena orang tua saya tidak mengetahui – mereka bahkan sangat mendorong saya untuk ‘melakukan apa pun sebelum terlambat’ -. Tapi karena saya bertanya-tanya apa yang salah dengan diri saya? “

Continue reading